Media Kampung – Steam saat ini mengalami lonjakan tajam dalam jumlah game yang mengusung tema liminal spaces, sebuah konsep yang menggambarkan ruang-ruang transisi yang sunyi dan seringkali terasa misterius. Di tengah banyaknya pilihan game dengan tema serupa, Dreamcore muncul sebagai salah satu yang paling direkomendasikan untuk dijajal pertama kali oleh para penggemar genre ini.
Dreamcore merupakan kumpulan ruang eksplorasi orang pertama yang menghadirkan berbagai lokasi liminal seperti labirin kolam renang indoor yang penuh nostalgia, lingkungan pinggiran kota dengan desain low-poly, hingga area bermain anak yang kosong dan hotel bergaya meme Backrooms. Game ini telah hadir sejak Januari 2025 dan terus berkembang dengan penambahan peta baru seperti Dead Mall yang mengambil latar pusat perbelanjaan besar bergaya tahun 1990-an.
Fenomena liminal spaces memang sedang populer di berbagai platform, tidak hanya di Steam tapi juga media sosial. Liminal spaces sendiri merujuk pada ruang-ruang yang biasanya merupakan tempat transisi, tidak dirancang untuk didiami lama, sehingga menimbulkan perasaan sunyi dan sedikit menyeramkan. Konsep ini semakin dikenal luas melalui Backrooms, sebuah meme creepypasta yang bahkan telah diadaptasi ke dalam film besar.
Dreamcore memiliki keunggulan dari segi variasi tema dan pengalaman yang ditawarkan, serta performa game yang cukup stabil. Beberapa peta dalam game ini juga menampilkan elemen teka-teki ringan, meski fokus utama banyak pemain adalah menjelajahi suasana yang aneh dan mengganggu untuk menangkap estetika liminal spaces. Keunikan Dreamcore terletak pada pendekatan scrapbook yang menggabungkan berbagai tempat transisi menjadi satu pengalaman eksplorasi yang menyeluruh.
Meski jumlah game dengan tema serupa sangat banyak di Steam, termasuk yang berfokus pada kolam renang atau lingkungan yang mirip, Dreamcore dianggap menawarkan representasi yang lebih lengkap dan menarik untuk mereka yang ingin mengenal genre ini lebih dalam. Game lain seperti Pools, Tainted Pools, dan Liminal Waters juga mengusung konsep sejenis, namun sering kali terlihat serupa dan kurang variatif.
Fenomena meluasnya game liminal spaces di Steam menunjukkan bagaimana subgenre ini menjadi semacam seni rakyat era digital, menggabungkan elemen kesepian dan nostalgia ke dalam medium interaktif yang mudah diakses. Hal ini sejalan dengan semangat PC gaming yang memungkinkan keberagaman minat dan kreasi berkembang di antara komunitas kecil penggemar niche.
Selain Dreamcore, Steam minggu ini juga menampilkan berbagai game menarik lainnya seperti Halfmoon, sebuah visual novel dengan gaya seni menawan tentang seorang wanita yang bekerja di pusat informasi alam baka, dan Burden Street Station, sebuah permainan point-and-click yang menghadirkan suasana suram dan unik. Game-game ini menambah keragaman pilihan bagi para pemain yang mencari pengalaman berbeda di luar mainstream.
Steam terus memperbarui daftar game terlarisnya dengan Subnautica 2 berada di puncak daftar pendapatan minggu ini, sementara Forza Horizon 6 dan beberapa judul populer lain juga mendominasi pasar. Di sisi lain, game seperti Librarian: Tidy Up The Arcane Library yang dirilis beberapa bulan lalu tiba-tiba meroket dalam popularitas, menunjukkan dinamika pasar yang selalu berubah.
Dengan demikian, Dreamcore menjadi titik awal yang tepat bagi siapa saja yang tertarik mengeksplorasi genre liminal spaces yang tengah naik daun di Steam, memberikan pengalaman unik yang menggabungkan estetika visual dan sensasi psikologis dalam dunia virtual yang sunyi dan penuh teka-teki.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan