Media KampungUbisoft kembali menghidupkan Assassin’s Creed Black Flag melalui versi remake yang diberi nama Black Flag Resynced, dengan tujuan mempertahankan esensi pengalaman klasik seri ini sekaligus memberikan peningkatan signifikan. Keputusan ini muncul karena era golden age of piracy di game tersebut masih menjadi favorit penggemar setelah hampir satu dekade sejak perilisannya pada 2013.

Tim pengembang Ubisoft Singapore diberikan kebebasan untuk memodernisasi game yang termasuk dalam era pra-RPG Assassin’s Creed dengan berbagai pembaruan. Paul Fu, direktur kreatif Black Flag Resynced, menyatakan pentingnya menjaga narasi dan karakter yang kuat yang menjadi ciri khas game aslinya, sambil memperbaiki pengalaman bermain agar lebih mulus dan imersif.

Black Flag menjadi titik balik dalam seri Assassin’s Creed karena menghadirkan dunia terbuka yang lebih luas dan bebas, sekaligus menggabungkan petualangan bajak laut dengan kisah rahasia para Assassin. Hal ini memberikan sensasi baru bagi pemain yang menjelajahi lautan serta memerankan Edward Kenway, sosok bajak laut yang lambat laun menemukan tujuan hidup sebagai Assassin.

Versi Resynced fokus pada peningkatan aspek teknis yang sebelumnya terbatas oleh teknologi generasi konsol lama. Perbaikan mencolok terlihat pada desain dunia yang kini tanpa jeda layar loading, sistem cuaca yang lebih realistis, serta gameplay bawah air yang diperluas untuk meningkatkan eksplorasi. Sistem pertarungan juga diperbarui agar lebih cepat dan dinamis dengan penekanan pada kemampuan parrying.

Selain itu, elemen stealth mendapatkan pembaruan dengan penambahan fitur merunduk, penghapusan kegagalan misi secara instan, dan parkour yang lebih halus berkat peningkatan fisika dan opsi traversal baru. Pendekatan “Black Flag was good, but it can be better” menjadi filosofi utama pengembangan remake ini.

Matt Ryan, pemeran suara Edward Kenway, mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali memerankan karakter tersebut di versi remake. Ia menilai Kenway adalah sosok bajak laut yang kompleks, awalnya egois namun memiliki tujuan mulia yang mendasari tindakannya. Pengalaman aktingnya pada 2012 kini mendapat nuansa baru dengan hadirnya konten tambahan seperti side-quest dan karakter baru dalam Resynced.

Remake ini hanya mencakup cerita utama Edward Kenway tanpa DLC seperti Freedom Cry yang menceritakan kisah Adéwalé. Hal ini dikarenakan tantangan teknis yang besar, mengingat peta dunia Black Flag sangat luas dan menggunakan teknologi yang sudah tidak didukung lagi. Pengembang harus menciptakan alat scripting baru untuk menggabungkan elemen darat, laut, dan bawah air secara mulus.

Black Flag merupakan momen penting bagi Assassin’s Creed karena menjadi awal era RPG dengan dunia terbuka yang kaya akan event sampingan dan kesempatan pengembangan karakter. Resynced hadir sebagai pilihan yang menarik bagi penggemar yang ingin merasakan kembali gaya aksi-petualangan klasik setelah bertahun-tahun seri ini berfokus pada mekanika RPG yang lebih kompleks.

Dengan peningkatan visual dan gameplay yang membuat dunia bajak laut lebih hidup dan seamless, versi remake ini berhasil menghadirkan kembali pesona Black Flag dengan cara yang segar. Bagi Matt Ryan, kesempatan untuk kembali ke dunia Edward Kenway menjadi pengalaman berharga yang membangkitkan kenangan serta emosi masa lalu saat proses syuting dan rekaman suara berlangsung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.