Media KampungFinal Fantasy 11 yang telah berusia 24 tahun mengalami lonjakan jumlah pemain aktif berkat event crossover dengan Final Fantasy 14. Menanggapi tren ini, direktur FF11 Yoji Fujito mengungkapkan kemungkinan pengembangan area dan cerita baru dalam game MMORPG legendaris ini.

Dalam wawancara dengan Famitsu, Fujito menjelaskan bahwa meski ada minat untuk menambah konten baru, kendala teknis dan keterbatasan staf menjadi hambatan utama. Proses migrasi server fisik ke virtual saat ini fokus menjaga kelangsungan game, bukan untuk ekspansi besar.

Fujito menyebutkan masalah pengelolaan ID yang sudah penuh menjadi tantangan dalam menambahkan area baru. Namun, tim sedang mencari cara membebaskan beberapa slot ID agar pengembangan konten tambahan dapat direalisasikan. “Tergantung hasilnya, sebuah proyek baru mungkin akan dimulai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fujito menyatakan bahwa tim telah memulai persiapan untuk menghadirkan cerita episodik baru, yang terakhir kali muncul pada The Voracious Resurgence. Saat ini, penulis cerita FF11 masih terlibat pada proyek lain di Square Enix, namun setelah menyelesaikan tugas tersebut, mereka akan kembali untuk menggarap konten baru.

Tim juga tengah mengembangkan middleware manajemen sumber daya grafis yang memungkinkan pembuatan cutscene baru, yang sebelumnya terhambat. Hal ini diharapkan memperkaya pengalaman narasi di FF11 ke depannya.

Popularitas FF11 melonjak setelah event Echoes of Vana’diel yang menghubungkan dunia FF11 dan FF14. Event ini menarik perhatian pemain lama maupun baru, didukung pula oleh program welcome back, pembaruan konten Limbus, dan pembagian senjata Mog Bonanza. Lonjakan pemain ini bahkan membuat Square Enix membatasi akses pendatang baru di beberapa server untuk menghindari kepadatan berlebih.

Fujito mengungkapkan bahwa prediksi awal mereka pemain hanya akan mencoba FF11 sementara, namun banyak yang memilih bertahan. Jumlah pemain aktif tetap stabil tanpa penurunan signifikan. Echoes of Vana’diel juga berhasil menjangkau audiens baru melalui para streamer yang ikut mempopulerkan game tersebut.

Selama setahun terakhir, tim pengembang melakukan pembaruan pada konten Limbus agar tingkat kesulitan dan hadiah sesuai dengan komunitas pemain saat ini. Fokus pengembangan diarahkan untuk mendukung pemain solo dan kelompok kecil dengan sistem Faces yang memungkinkan pembentukan party virtual, menyamakan level karakter virtual dengan pemain.

Revamp Limbus direncanakan selesai pada Juni mendatang dengan penambahan bos terakhir dan dua tema musik baru dari komposer veteran Naoshi Mizuta. Fujito juga mengakui adanya perbedaan tingkat kesulitan antar server FF11 dan berencana menyamakan kecepatan buff Grace setelah penyelesaian Limbus.

FF11 telah melangkah jauh sejak peluncurannya di PC dan PS2 pada 2002, di era internet konsol yang masih baru. Meskipun dukungan koneksi PS2 sudah dihentikan sejak 2016, game ini tetap eksis di PC dan menunjukkan perkembangan yang melebihi ekspektasi Square Enix.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.