Media Kampung – Last Flag, studio pengembang game tembak-menembak dengan mode Capture The Flag (CTF), baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap setengah dari total karyawannya. Studio ini memilih untuk memberikan kendali masa depan game mereka kepada komunitas pemain setelah menghadapi kesulitan dalam mempertahankan basis pengguna yang cukup.
Last Flag pertama kali menarik perhatian publik karena didirikan oleh Mac dan Dan Reynolds, yang juga dikenal sebagai manajer dan vokalis Imagine Dragons. Selain itu, game ini mendapatkan pujian dari sejumlah kritikus karena gameplay tembak-menembak yang solid. Namun, meskipun mendapat sambutan positif, Last Flag gagal mencapai jumlah pemain yang memadai untuk mendukung pengembangan berkelanjutan.
Pada bulan April 2025, Night Street Games, selaku pengembang, berupaya menaikkan minat dengan menjadikan Last Flag gratis dimainkan setiap akhir pekan hingga pembaruan pertama dirilis. Sayangnya, hanya seminggu setelah itu, pengembang memutuskan menghentikan upaya tersebut karena jumlah pemain yang aktif tidak memenuhi target yang diperlukan untuk membiayai pengembangan lebih lanjut.
Jonathan Jelinek, produser eksekutif Last Flag, mengonfirmasi adanya pengurangan besar dalam tim pengembang. Mac Reynolds, CEO Night Street Games, menyatakan bahwa sekitar selusin karyawan harus diberhentikan, sementara 13 anggota tim yang tersisa akan fokus mengerjakan ide-ide game baru. Reynolds juga menegaskan rasa bangganya terhadap kerja keras tim yang telah menciptakan Last Flag.
Dalam pernyataannya, Reynolds menyebutkan bahwa studio akan membantu para karyawan yang terdampak PHK untuk menemukan peluang baru dalam beberapa bulan ke depan. Ia juga menegaskan komitmen Night Street Games untuk memberikan dukungan terakhir bagi Last Flag dengan merilis konten baru, seperti karakter, peta, mode permainan, kosmetik, serta fitur bagi pemain untuk mengatur lobby dengan aturan permainan kustom.
Dengan menyerahkan kendali pengembangan game kepada para pemain, Night Street berharap komunitas dapat terus menghidupkan Last Flag dengan kreativitas mereka. Setelah periode ini, studio akan kembali fokus pada pengembangan proyek baru dengan tim yang lebih ramping. Informasi lebih lanjut terkait proyek-proyek baru tersebut akan diumumkan kemudian.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan