Media Kampung – Informasi baru terkait Assassin’s Creed Hexe kembali muncul dari kebocoran yang mengungkap berbagai detail tentang game terbaru Ubisoft ini, termasuk kehadiran sosok “old man” yang dikenal di seri sebelumnya.
Bocoran tersebut berasal dari leaker Ubisoft yang dikenal dengan nama “Rogue” dan telah disebarluaskan melalui forum GamingLeaksAndRumours. Assassin’s Creed Hexe dikabarkan mengambil latar waktu di tahun 1625 selama masa pengadilan penyihir di kota Würzburg, Jerman, dengan fokus utama pada eksplorasi area kota tersebut beserta sekitarnya.
Protagonis dalam Hexe adalah Anika, seorang wanita yang merupakan keturunan Claudia Auditore, saudara perempuan karakter utama Ezio di Assassin’s Creed 2. Kehadiran Ezio sebagai sosok mentor bagi Anika juga terungkap dalam bocoran ini, di mana dialog menunjukkan Ezio membimbing Anika dengan kalimat seperti “Come. Leap with me. One last time for an old man.” Namun, durasi kemunculan Ezio dalam cerita masih belum jelas.
Bocoran menambahkan bahwa Anika akan menghadapi pengejaran dari orang-orang yang menuduhnya melakukan praktik ilmu sihir, membuat bertahan hidup dengan mengandalkan stealth menjadi aspek penting dalam permainan. Dunia Hexe juga dipenuhi dengan area hutan yang luas, serta misi yang melibatkan pencarian situs ritual dan pengambilan kembali relik yang dicuri. Fitur gameplay seperti kemampuan “tree-to-tree jumping” menunjukkan bahwa unsur parkour dan leveling tetap menjadi bagian dari permainan.
Lebih lanjut, dialog NPC yang melaporkan aktivitas mencurigakan dan suara pengejaran yang terdengar menambah nuansa ketegangan yang mendukung tema gelap dan horor yang diusung oleh Ubisoft untuk Hexe. Hal ini mengindikasikan bahwa stealth bukan hanya opsi, melainkan strategi penting untuk bertahan hidup.
Meski Ubisoft telah mengumumkan Assassin’s Creed Hexe sejak 2022, hingga kini mereka belum memberikan informasi resmi lebih lanjut termasuk tanggal rilis. Nama Hexe sendiri masih berupa codename dan bisa berubah saat diumumkan resmi nanti.
Perkembangan internal juga mencatat beberapa perubahan pada tim pengembang Hexe. Clint Hocking, yang sebelumnya menjabat sebagai creative director, meninggalkan proyek tersebut awal tahun ini dan digantikan oleh Jean Guesdon, kepala konten Assassin’s Creed. Selain itu, game director Benoit Richer juga keluar dari Ubisoft bulan lalu tanpa pengganti yang diumumkan resmi.
Saat Ubisoft tengah fokus mempromosikan remake Assassin’s Creed Black Flag yang akan rilis pada Juli mendatang, mereka belum memberikan kabar resmi terkait Hexe. Bocoran lain juga muncul mengenai game multiplayer Assassin’s Creed Invictus yang disebut mengalami kebocoran gambar yang sudah diubah secara signifikan, kemungkinan menggunakan teknologi AI.
Dengan rentetan bocoran yang terus bermunculan, Assassin’s Creed Hexe menjadi salah satu proyek Ubisoft yang paling dinantikan sekaligus penuh misteri, menunggu pengumuman resmi selanjutnya dari pengembang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan