Media Kampung – Harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting di Kediri mengalami kenaikan akibat pasokan yang berkurang. Informasi ini berdasarkan rilis harga aneka cabai dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri yang dipantau di Pasar Induk Pare pada Senin, 29 Juni 2026.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengonfirmasi bahwa kenaikan harga terjadi karena pasokan menurun. “Harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting naik, karena pasokan berkurang. Sedangkan harga cabai merah besar masih tetap, biarpun pasokan juga berkurang,” ujarnya.

Rincian Harga Cabai di Pasar Induk Pare

Untuk cabai rawit merah, kenaikan terjadi pada beberapa varietas. Cabai rawit merah varietas Brengos 99 naik dari Rp27.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. Cabai rawit jenis Asmoro 043 naik dari Rp26.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit jenis Prentol Tumi 99 dan Juwita 25 F1 masing-masing naik dari Rp23.000 menjadi Rp29.000 per kilogram.

Untuk cabai merah keriting, varietas Boos Tavi naik dari Rp20.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, dan cabai keriting jenis Sibad 46 naik dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram di tingkat grosir.

Harga Cabai Besar Stabil

Berbeda dengan cabai rawit dan keriting, harga cabai merah besar (CMB) terpantau stabil. Cabai merah besar jenis Gada EVO rata-rata Rp18.000 per kilogram, jenis Imola Rp17.000 per kilogram, dan jenis Sandi 08 Rp16.000 per kilogram di tingkat grosir.

Pasokan dan Distribusi

Penyerapan cabai oleh sektor industri melalui glower tercatat sebanyak 1 ton cabai merah besar dan 2 ton cabai rawit merah. Selain itu, terdapat pengiriman cabai rawit merah dari Kediri ke Kalimantan sebanyak 3 ton.

Pasokan aneka cabai di Pasar Induk Pare saat ini untuk cabai merah besar berasal dari Kediri dan Malang sebanyak 3 ton. Cabai merah keriting dipasok dari daerah lokal Kediri dan Blitar sebanyak 1 ton, sedangkan cabai rawit merah dari Kediri dan Malang sebanyak 12 ton.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.