Media KampungCandi Surowono yang berada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menarik perhatian wisatawan dengan keberadaan Relief Sri Tanjung sebagai daya tarik utama. Relief ini mengisahkan sebuah legenda kuno yang menceritakan kesetiaan seorang istri kepada suaminya dan menjadi latar belakang penamaan daerah Banyuwangi.

Relief Sri Tanjung tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat di sekitar candi. Nur Ali, pengelola Candi Surowono, menyampaikan bahwa warga setempat gemar membudidayakan ikan hias, yang berkaitan dengan tokoh Sri Tanjung yang digambarkan sedang menaiki seekor ikan. Hal ini menunjukkan bagaimana legenda kuno tersebut masih memengaruhi tradisi lokal hingga kini.

Kawasan Candi Surowono sendiri tidak terlalu luas, hanya sekitar satu hektare dan berdekatan dengan pemukiman warga. Karena keterbatasan lahan serta fasilitas pendukung wisata, pengelola mengedepankan pendekatan edukasi dengan mendampingi pengunjung secara langsung. Nur Ali menjelaskan bahwa pihak pengelola selalu memastikan pengunjung yang datang dengan tujuan belajar sejarah mendapat informasi yang lengkap dan akurat.

Pengunjung yang berkunjung ke candi ini sebagian besar adalah pelajar yang datang untuk menyelesaikan tugas sekolah. Pendampingan dan penjelasan tentang pentingnya peninggalan leluhur menjadi fokus utama agar generasi muda memahami nilai sejarah yang terkandung dalam situs tersebut. Menurut Nur Ali, edukasi sejarah ini sangat penting agar anak-anak menghargai dan melestarikan warisan budaya.

Selain dari sisi edukasi, pengelola juga rutin melakukan perawatan fisik situs purbakala ini. Membersihkan lumut dan tanaman pengganggu lainnya menjadi agenda penting untuk menjaga keaslian relief dan mempertahankan kelestarian candi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kondisi candi tetap baik walaupun berada di tengah pemukiman yang padat.

Wisata sejarah di Candi Surowono ini dapat dinikmati tanpa biaya masuk. Pengunjung hanya diminta mengisi buku tamu sebagai bentuk pendataan. Hal ini memungkinkan masyarakat luas dapat mengakses sekaligus mempelajari sejarah dan budaya yang terpancar dari Relief Sri Tanjung secara mudah dan terbuka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.