Media Kampung – Delegasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih predikat Best Team Kedua Nasional dalam ajang literasi internasional SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25). Penghargaan ini diumumkan pada acara penutupan SEALNET PI25 yang digelar secara daring pada 10 April 2026.
Tim yang terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari dari Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD, dan pustakawan Helmy Maulana Wahid menunjukkan performa luar biasa setelah mengikuti program mentoring intensif selama enam bulan. Program ini fokus pada pengembangan budaya literasi, kepemimpinan sosial, dan pelaksanaan gerakan literasi berbasis komunitas.
Unmuh Jember terpilih sejak Juli 2025 sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang mengikuti program mentoring SEALNET PI25. Selama lima hari, delegasi mengikuti pembekalan dan studi lapangan di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara. Mereka juga mengunjungi beberapa perpustakaan dan penerbit guna memperdalam pemahaman tentang ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan.
Dalam proses pendampingan, tim Unmuh Jember mendapatkan bekal penting tentang strategi advokasi dan praktik kepemimpinan sosial yang mendorong perubahan nyata di masyarakat. Inovasi dalam gerakan literasi yang mereka jalankan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional.
Beberapa program unggulan yang dikembangkan antara lain Library Tour untuk mahasiswa baru, kolaborasi galeri dengan komunitas literasi lokal, serta integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour. Tim juga menginisiasi gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama komunitas BISINDO dan JBP serta memperluas jaringan melalui program English Mentoring dengan Teaching Beyond Borders Singapura.
Lutfiah Indah Fardiyatin menegaskan bahwa penghargaan tersebut membuktikan bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas apabila dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi. Ia menambahkan bahwa literasi tidak sekadar membaca buku, melainkan bagaimana ilmu tersebut dapat diaplikasikan untuk membawa perubahan sosial yang nyata di masyarakat.
Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Unmuh Jember sebagai institusi yang aktif mendukung inovasi sosial, kepemimpinan generasi muda, dan budaya literasi berkelanjutan. Melalui pencapaian ini, Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai peserta, melainkan juga sebagai penggerak perubahan yang memperluas semangat literasi dari kampus ke tingkat Asia Tenggara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan