Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso secara resmi memulai Sensus Ekonomi 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Sebanyak 993 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan secara door to door ke seluruh kecamatan di Bondowoso hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, dalam acara Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Bondowoso melalui Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Ki Bagus Asra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan perekonomian daerah. “Acara ini sebagai penanda kolaborasi bersama dalam memajukan ekonomi Kabupaten Bondowoso dan sekaligus penanda dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi 2026 secara door to door,” ujar Mudji.
Dari total 993 petugas, rinciannya adalah 874 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 119 Pemeriksa (PMR). Mereka telah didistribusikan berdasarkan muatan usaha dan jumlah keluarga usaha di masing-masing kecamatan. Kecamatan Bondowoso menjadi wilayah dengan petugas terbanyak, yaitu 72 orang, sedangkan Kecamatan Ijen hanya 14 orang.
Masyarakat dapat mengenali petugas sensus dari atribut resmi yang dikenakan: rompi hitam, name tag, dan surat tugas sensus berwarna hitam bertuliskan “Petugas Sensus”. BPS Bondowoso juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan OPD, seperti surat edaran bupati, spanduk, dan sosialisasi melalui media elektronik serta media sosial.
Untuk kelancaran pendataan, BPS berharap pimpinan daerah dan Forkopimda menjadi responden pertama sebagai role model. “Sensus perdana bagi pimpinan daerah maupun pejabat forkopimda nanti sebagai role model keteladanan bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” tutur Mudji. Pemerintah desa, RT/RW, dan ASN juga diminta turut menyebarluaskan informasi dan mengawal pelaksanaan sensus agar data yang dihasilkan akurat sesuai kondisi lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan