Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo resmi memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 178 petugas survey ke seluruh wilayah kota. Kepala BPS Kota Probolinggo, Joko Santoso, menyatakan bahwa sensus ini bertujuan mengumpulkan data dasar seluruh aktivitas usaha, dari skala mikro hingga perusahaan besar.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali. Di Kota Probolinggo, tahap awal telah dimulai sejak Mei 2026 melalui pengisian data bersama (Ngibar). Selanjutnya, pendataan langsung ke rumah-rumah penduduk akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dari 178 petugas yang dikerahkan, sebanyak 155 orang bertugas sebagai Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 23 orang sebagai Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Joko Santoso menambahkan bahwa data yang terkumpul akan diintegrasikan ke dalam aplikasi Bromo Cantik Bersolek sebagai data kelurahan dan kecamatan. Data ini juga akan menjadi acuan dalam penentuan desil 1, 2, dan 3.
Seluruh kelurahan diharapkan aktif mendampingi proses sensus untuk memastikan validitas data, terutama yang berkaitan dengan kondisi perekonomian masyarakat. Harapannya, sensus ini menghasilkan data berkualitas yang mendukung kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa data sensus bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi penting bagi arah pembangunan kota ke depan. Data yang valid menjadi syarat mutlak agar target pembangunan pada 2035 tidak berjalan tanpa pijakan yang kuat. Ia ingin benar-benar mengetahui kondisi awal proses pembangunan yang akan dicapai dalam lima tahun ke depan.
Aminuddin juga mengungkapkan sejumlah indikator prioritas pembangunan kota, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perbaikan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta pengurangan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi dan sosial. Ia memaparkan capaian yang telah diraih, antara lain penurunan angka kemiskinan dari sekitar 6,2 persen menjadi 0,69 persen, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi dari 5,1 persen pada akhir 2025 menjadi 5,65 persen, bahkan mencapai 6,81 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Probolinggo diharapkan dapat memberikan gambaran akurat tentang kondisi perekonomian masyarakat, sehingga pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk kesuksesan pendataan ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan