Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menyusun Strategi Net Zero Emission (NZE) sebagai peta jalan jangka panjang untuk menurunkan emisi karbon dan mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada 2060. Strategi ini disusun dengan dukungan Pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) yang diimplementasikan oleh Palladium bersama Kynergy Consulting, serta sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang mitigasi perubahan iklim di sektor transportasi.
Dalam strategi tersebut, KAI menetapkan empat arah utama dekarbonisasi: elektrifikasi jalur rel, peningkatan efisiensi operasional, pemanfaatan energi yang lebih bersih, dan penyerapan karbon melalui program penghijauan. Langkah ini didasarkan pada posisi kereta api sebagai moda transportasi dengan emisi rendah, hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor transportasi nasional, sementara kendaraan darat berkontribusi sekitar 89 persen.
Elektrifikasi dan Efisiensi Energi
Salah satu langkah utama KAI adalah memperluas penggunaan tenaga listrik pada layanan perkeretaapian. Saat ini, panjang jalur rel yang telah terelektrifikasi mencapai 1.038,7 kilometer, melayani moda seperti KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Whoosh. Selain itu, KAI menerapkan sertifikasi Green Building EDGE pada stasiun, depo, dan gedung perkantoran untuk menekan konsumsi energi.
Di sektor energi, KAI meningkatkan penggunaan biodiesel dari B0 pada 2017 menjadi B40 pada 2025, dengan target B50 pada 2026. Perusahaan juga memasang panel surya dengan kapasitas total 3.435,5 kWp di 66 lokasi operasional.
Program Penghijauan dan Target Emisi
Sepanjang 2021 hingga 2025, KAI telah menanam 107.757 pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari program penyerapan karbon. Melalui strategi ini, KAI menargetkan penurunan emisi sebesar 25,76 persen (166.873 ton CO2e) pada 2030 dari baseline 647.785 ton CO2e, meningkat menjadi 33,55 persen pada 2035, dan 78,17 persen pada 2050. Pada 2060, KAI menargetkan Net Zero Emission dengan total penurunan emisi mencapai 1.093.311 ton CO2e.
Dukungan Pemerintah Inggris
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa kereta api memiliki keunggulan efisiensi energi dan emisi. Melalui strategi ini, KAI menyiapkan langkah jangka panjang agar pengembangan layanan perkeretaapian selaras dengan target transisi energi nasional. Project Director Kynergy Consulting, Rekyan Eckersley, menambahkan bahwa memperkuat kapasitas dan daya tarik layanan kereta api menjadi bagian krusial dalam peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan