Media Kampung – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi menyesatkan terkait kondisi ekonomi nasional. Imbauan ini disampaikan menyusul aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Bundaran HI, Jakarta.

Pemerintah menegaskan tetap menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih memiliki fundamental kuat, masyarakat diminta waspada terhadap potensi provokasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. “Beberapa hari ini kan saudara saksikan bahwa kami juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa tidak dapat diselesaikan secara instan. Dibutuhkan proses, konsistensi kebijakan, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya perbaikan dapat berjalan optimal.

Sejumlah kalangan menilai hal yang perlu diwaspadai bukanlah penyampaian aspirasi mahasiswa, melainkan kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan aksi untuk menyebarkan disinformasi. Tujuannya bisa memperbesar keresahan publik atau mendorong agenda tertentu yang berpotensi mengganggu persatuan nasional.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap bersikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung penyampaian aspirasi yang damai dan bertanggung jawab. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas, iklim investasi, dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.