Media Kampung – Ketersediaan beras di Bulog dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Bulog Barabai, Riza Wahyudi, di tengah tingginya harga gabah yang mencapai Rp6.750 hingga Rp7.500 per kilogram pada musim panen tahun ini.

Riza menjelaskan bahwa harga gabah yang berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menunjukkan peran Bulog sebagai penjaga batas bawah harga telah berjalan efektif. “Alhamdulillah, tahun ini petani bisa tersenyum. Harga gabah di atas Rp6.500 per kilogram membuktikan kebijakan pemerintah berjalan efektif,” ujarnya, Sabtu (6/7/2026).

Meski harga gabah tinggi, Bulog tetap mengimbau petani dan pelaku usaha penggilingan untuk menjual sebagian hasil panennya kepada pemerintah, sekitar lima hingga sepuluh persen dari total produksi. Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan stok nasional. Riza menegaskan bahwa dengan dukungan petani dan pengusaha penggilingan, pemerintah dapat memastikan cadangan pangan tetap tersedia dalam jumlah memadai.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga gabah berpotensi berdampak pada harga beras di pasaran. Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, agar tidak panik karena beras dengan harga terjangkau tetap tersedia,” katanya.

Beras program stabilisasi dipastikan masih dapat ditemukan di pasar tradisional maupun ritel modern. Dengan stok yang cukup hingga enam bulan ke depan, Bulog optimistis pasokan beras tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.