Pound Sterling berada di dekat puncak satu bulan terhadap JPY yang melemah di bawah 215,00 di tengah risiko intervensi

Media Kampung – Pound Sterling berada di dekat puncak satu bulan terhadap JPY yang melemah di bawah 215,00 di tengah risiko intervensi. Pasangan mata uang GBPJPY memulai pekan ini dengan tren positif, mencapai level tertinggi dalam satu minggu pada sesi perdagangan awal di Eropa. Namun, harga spot masih belum mampu menembus level psikologis 215,00. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental yang membuat para pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil posisi agresif.

Pengaruh Ketegangan Timur Tengah dan Perlambatan Ekonomi Jepang

Kekhawatiran atas ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang membebani Yen Jepang (JPY). Konflik di wilayah ini menimbulkan gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz, yang berdampak negatif pada mata uang domestik Jepang. Selain itu, data terbaru menunjukkan pengeluaran modal korporasi Jepang stagnan pada kuartal pertama, jauh di bawah ekspektasi pasar. Hal ini menandai perlambatan tajam dibandingkan kenaikan 6,5% YoY pada kuartal akhir 2025, menambah tekanan terhadap JPY.

Kebijakan Moneter Bank of England dan Dampaknya pada Pound Sterling

Sementara itu, Pound Sterling masih terbatas pergerakannya karena pasar menunda ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) ke bulan Desember. Hal ini sebagai respons terhadap angka inflasi konsumen Inggris yang mulai melunak dan kenaikan tak terduga pada tingkat pengangguran. Gubernur BoE, Andrew Bailey, menyatakan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga mengingat ketidakpastian akibat konflik Iran serta pertumbuhan ekonomi Inggris yang masih lemah.

Risiko Intervensi dan Prospek Pasangan GBPJPY

Pound Sterling berada di dekat puncak satu bulan terhadap JPY yang melemah di bawah 215,00 di tengah risiko intervensi yang menjadi perhatian pelaku pasar. Spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi untuk menopang Yen membuat para trader enggan mengambil posisi jual agresif terhadap JPY. Situasi ini menahan pasangan mata uang GBPJPY agar tidak bergerak terlalu jauh ke atas. Para analis menyarankan untuk menunggu aksi beli lanjutan yang mampu menembus level 215,00 sebelum memperkirakan potensi kenaikan lebih lanjut menuju angka psikologis 216,00. Jika momentum tersebut terjaga, pengujian ulang puncak multi-tahun di kisaran 216,70 yang dicapai pada akhir April bisa menjadi target selanjutnya.

Pergerakan Mata Uang Utama Lainnya

Dalam pasar valuta asing yang lebih luas, Dolar AS menunjukkan kekuatan relatif terhadap beberapa mata uang utama. Dolar AS menguat paling kuat terhadap Dolar Selandia Baru (NZD), sementara Yen Jepang mengalami pelemahan dibandingkan Dolar AS dan beberapa mata uang lainnya. Hal ini tercermin dari persentase perubahan yang menunjukkan Dolar AS naik 0,13% terhadap JPY dan 0,07% terhadap Pound Sterling.

Kesimpulan

Pound Sterling berada di dekat puncak satu bulan terhadap JPY yang melemah di bawah 215,00 di tengah risiko intervensi, sebuah kondisi yang mencerminkan ketidakpastian pasar akibat kombinasi faktor geopolitik dan fundamental ekonomi. Ketegangan di Timur Tengah dan perlambatan ekonomi Jepang melemahkan Yen, sementara kebijakan moneter Bank of England yang hati-hati membatasi pergerakan Pound Sterling. Risiko intervensi oleh otoritas Jepang juga menjadi faktor penahan utama di pasar. Investor disarankan untuk mengamati pergerakan harga di atas level 215,00 sebagai sinyal potensi kenaikan lebih lanjut menuju level psikologis berikutnya di 216,00 dan bahkan 216,70. Situasi ini akan terus menjadi perhatian utama hingga adanya konfirmasi arah tren yang lebih jelas di pasar valuta asing global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.