Media Kampung – CPPE mengeluarkan alarm atas penurunan tajam sektor listrik Nigeria sebesar 15,30% pada kuartal pertama 2026, yang menimbulkan risiko serius bagi pertumbuhan ekonomi.
Menurut Dr. Muda Yusuf, kontraksi ini mencerminkan kelemahan struktural dalam pembangkit, transmisi, dan distribusi energi, serta masalah likuiditas dan tata kelola.
Penurunan pasokan listrik diproyeksikan meningkatkan biaya produksi bagi manufaktur, UKM, perhotelan, agro‑proses, dan sektor digital, memperburuk beban bunga tinggi dan logistik.
CPPE menyerukan reformasi mendesak meliputi investasi jaringan transmisi, peningkatan likuiditas pasar, percepatan pemasangan meter, serta perbaikan tata kelola untuk memulihkan kepercayaan investor.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan