Media KampungFauziyah Azhari, mahasiswa Program Magister Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS), menjalani kegiatan research visit internasional di Universiti Malaya selama April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Global Challenge 2026 yang digagas oleh UNS untuk mendukung pengembangan riset dan jejaring internasional mahasiswa.

Program Global Challenge 2026 memberi kesempatan bagi mahasiswa UNS untuk mengasah kompetensi akademik dan kemampuan penelitian secara global. Fauziyah menjalankan riset di Nanotechnology & Catalysis Research Centre (NANOCAT) Universiti Malaya dengan fokus pada sintesis dan karakterisasi metal-organic frameworks berbasis niobium (Nb-MOFs) untuk aplikasi konversi biomassa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara struktur katalis dengan performa material agar proses konversi biomassa menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Fauziyah dibimbing oleh Prof. Dr. rer. nat. Witri Wahyu Lestari dari UNS dan Dr. Lee Hwei Voon dari Universiti Malaya. Kegiatan riset dilakukan secara kolaboratif bersama peneliti dan mahasiswa pascasarjana di sana, mulai dari diskusi riset, orientasi laboratorium, pelatihan keselamatan kerja, preparasi katalis, hingga karakterisasi menggunakan instrumen canggih seperti Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM) dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDX).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan struktur Nb-MOFs memengaruhi morfologi dan sifat fisikokimia katalis secara signifikan. Analisis FESEM memperlihatkan morfologi oktahedral yang homogen, sedangkan EDX mengonfirmasi distribusi merata unsur karbon, oksigen, dan niobium pada permukaan material. Temuan ini mendukung pengembangan katalis berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan dalam konversi biomassa.

Selain pengalaman teknis dan ilmiah, program ini juga memberikan Fauziyah pemahaman lintas budaya dan perspektif global terhadap tantangan ilmiah serta inovasi teknologi. Kegiatan tersebut membuka peluang publikasi ilmiah bersama, pengembangan kolaborasi riset, serta perluasan jejaring akademik internasional di bidang katalisis dan material berkelanjutan.

Partisipasi Fauziyah dalam program ini juga merupakan kontribusi nyata UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian yang berfokus pada pengembangan katalis berbasis biomassa mendukung SDG 9 tentang inovasi industri dan SDG 12 yang mendorong pola produksi bertanggung jawab. Selain itu, pengembangan teknologi ramah lingkungan berkontribusi pada SDG 13 terkait penanganan perubahan iklim.

Kegiatan research visit ini diharapkan membantu Fauziyah dalam menyelesaikan tesis magister dan mempersiapkan manuskrip ilmiah. UNS berharap pengalaman ini mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti riset internasional dan meningkatkan daya saing akademik di kancah global.

Dengan terus memperluas kolaborasi internasional melalui program seperti Global Challenge, UNS menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.