Media Kampung – Aliansi Yayasan Makan Bergizi Gratis (MBG) Nusantara meluncurkan inisiatif baru untuk menggerakkan ekonomi mikro di daerah melalui program gizi terintegrasi. Langkah tersebut diumumkan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menandai komitmen aliansi terhadap pemenuhan gizi nasional.

Aliansi menggandeng mahasiswa serta organisasi Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) dalam rangka memperluas dampak program. Kolaborasi ini menekankan peran aktif generasi muda dalam memantau dan mengoptimalkan rantai pasok pangan.

Model manajerial yang diperkenalkan dinamakan “Tata Kelola 10 Ribu”, sebuah sistem yang menekankan transparansi dan integrasi UMKM ke dalam jaringan produksi. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan setiap unit produksi dapat dipantau secara real‑time dan akuntabel.

“Kami menempatkan UMKM sebagai pilar utama. Tujuannya, agar program ini tidak hanya memperbaiki kualitas SDM, tetapi juga menjadi stimulan bagi ekonomi mikro di daerah,” ujar Hj. Chandra Manggih Rahayu, Ketua UKM IKM Nusantara.

Untuk memperkuat basis data, aliansi menugaskan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan riset lapangan dan metode live‑in. Mahasiswa tersebut ditempatkan di unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memantau proses produksi secara langsung.

“Kami ingin memastikan standardisasi mutu tidak hanya bagus di atas kertas, tapi teruji di lapangan,” kata Linda Kartika Dewi, Ketua Yayasan Telaga Kasih Nusantara sekaligus Ketua Srikandi DPP ARUN.

Sebagai tindak lanjut, aliansi menjadwalkan Focus Group Discussion pada bulan Juni, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Diskusi tersebut diharapkan menghasilkan formulasi baku implementasi ekonomi inklusif.

Setiap dapur jaringan menampilkan spanduk Pasal 33 UUD 1945 sebagai pengingat bahwa pengelolaan sumber daya ekonomi harus mengutamakan kesejahteraan rakyat. “Semangatnya adalah kebangkitan ekonomi. Rakyat harus terlibat langsung dalam produksi, bukan hanya menjadi konsumen,” tegas Bungas T. Fernando Duling, Ketua Aliansi MBG Nusantara sekaligus Sekjen DPP ARUN.

Hingga kini, aliansi telah menyiapkan jaringan dapur SPPG di sejumlah titik strategis, meliputi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, NTB, dan Papua Selatan. Infrastruktur ini bertujuan mendukung kedaulatan pangan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar lokasi distribusi.

Saat ini, jaringan dapur sedang dalam fase operasional awal dan akan terus diperluas sesuai kebutuhan daerah. Aliansi MBG Nusantara menegaskan komitmen jangka panjang untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi mikro yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, UMKM, dan akademisi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.