Media Kampung – Proyek Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, telah menjadi contoh nyata bagi industrialisasi perikanan nasional. Diresmikan pada Maret 2023, proyek ini mengubah 100 hektare lahan di Desa Tegalretno menjadi model modern yang mengedepankan teknologi tinggi dan pengelolaan yang efisien.
BUBK dirancang untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi oleh petambak tradisional, seperti kegagalan panen akibat pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. Dengan sistem pengelolaan yang canggih, area ini berhasil meningkatkan produktivitas udang vannamei hingga 40 ton per hektare pada siklus kedelapan. Total produksi dari 139 kolam mencapai 1,15 kiloton, yang memberikan kontribusi sebesar Rp83,34 miliar untuk negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam acara panen raya dan menyatakan komitmennya terhadap pengembangan sektor pangan. Ia menekankan pentingnya keberadaan proyek ini dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. “Kita saat ini sudah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan, dan proyek ini adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan,” ujarnya.
Di dalam kawasan BUBK, terdapat infrastruktur hidrologi yang terintegrasi, termasuk satu unit intake air laut dan 17 unit instalasi pengolahan air limbah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa air yang dibuang kembali ke laut bersih dan tidak mencemari ekosistem pesisir. Fasilitas pendukung, seperti laboratorium pemantauan penyakit dan gudang logistik, juga dibangun untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dampak positif dari proyek ini tidak hanya terasa pada sektor perikanan, tetapi juga pada perekonomian lokal. Dengan menyerap 145 pekerja tetap dan 500 tenaga harian lepas, proyek ini memberikan lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Keberhasilan BUBK Kebumen diharapkan akan menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain, seperti Waingapu di NTT dan Gorontalo.
Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah akan memperluas kawasan produksi pangan dengan skala yang lebih besar, termasuk proyek 14.000 hektare di Pantura Jawa Barat. Hal ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi protein nasional dan memperbesar peluang ekspor.
Dengan keberhasilan proyek BUBK Kebumen, Indonesia semakin menunjukkan arah yang jelas dalam mencapai kemandirian pangan. Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan