Media KampungBank Indonesia mengambil langkah menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan BI Rate sebagai upaya menguatkan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada tanggal 20 Mei 2026.

Dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Perry menyampaikan bahwa suku bunga SRBI dinaikkan untuk berbagai tenor, yakni menjadi 6,21% untuk tenor enam bulan, 6,31% untuk tenor sembilan bulan, dan 6,45% untuk tenor 12 bulan. Selain itu, BI Rate juga mengalami kenaikan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%, dengan suku bunga deposit facility sebesar 4,25% dan lending facility sebesar 6%.

Kebijakan ini merupakan respons moneter Bank Indonesia untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Perry menuturkan bahwa berbagai kebijakan ini berhasil mendorong masuknya modal asing, khususnya melalui instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN), dengan net inflow sebesar 5,5 miliar dollar AS pada kuartal II tahun 2026 hingga tanggal 18 Mei.

Kondisi cadangan devisa Indonesia juga tetap kuat, tercatat sebesar 146,2 miliar dollar AS per akhir April 2026. Posisi ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional yang berkisar pada tiga bulan impor. Hal ini memberikan bantalan yang memadai untuk stabilitas eksternal Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Perry juga mengungkapkan bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran 0,5% hingga 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sinergi antara kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah sendiri sempat berada pada level Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya. Analis mengamati bahwa kombinasi kenaikan suku bunga dan prospek ekonomi Indonesia yang positif akan membantu rupiah kembali menguat di pasar valuta asing.

Langkah Bank Indonesia ini menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah tantangan global yang mempengaruhi nilai tukar rupiah. Dengan menguatnya aliran modal asing dan cadangan devisa yang solid, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan kestabilan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.