Media KampungNilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan yang signifikan, mencapai level Rp 17.512 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, 12 Mei 2025. Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan turut mengambil langkah untuk membantu menstabilkan rupiah.

Purbaya menegaskan bahwa pengendalian nilai tukar rupiah adalah tanggung jawab Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. Namun, pemerintah tidak akan tinggal diam. Mulai Rabu, Kementerian Keuangan akan masuk ke pasar obligasi untuk membantu stabilisasi rupiah melalui pemanfaatan dana stabilisasi obligasi (bond stabilization fund).

“Kita akan mulai membantu Bank Indonesia besok, kemungkinan melalui pasar obligasi,” ujar Purbaya usai menghadiri pelantikan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil mengingat asumsi nilai tukar rupiah yang digunakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah berada di atas target resmi, sehingga kondisi fiskal masih dianggap aman untuk intervensi tersebut.

Kondisi ini muncul di tengah dinamika pasar global dan tekanan eksternal yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Pemerintah dan BI terus berkoordinasi agar fluktuasi mata uang domestik tidak berdampak negatif luas pada perekonomian nasional. Upaya stabilisasi melalui pasar obligasi diharapkan dapat meredam volatilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Dengan langkah pemerintah yang akan segera diimplementasikan, masyarakat dan pelaku pasar diharapkan dapat melihat perbaikan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan moneter akan berjalan selaras demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.