Media Kampung – 17 April 2026 | Masyarakat Keluhkan Harga Minyak Goreng Naik di Jember, menambah beban pengeluaran harian pada bulan April 2026. Kenaikan ini menyusul lonjakan harga bahan pokok lainnya, memicu kekhawatiran pada konsumen dan pedagang.
Fitri, merek lokal, juga naik dari Rp10.000 menjadi Rp11.000 per liter. Rose Brand dijual Rp43.500 untuk kemasan dua liter, menandakan tren umum di pasar regional.
Daniel menambahkan bahwa minyak subsidi ‘Minyak Kita’ dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700, namun pembeliannya dibatasi satu kali per konsumen. Kebijakan pembatasan ini dirancang untuk mencegah penimbunan oleh pedagang.
Kenaikan minyak goreng beriringan dengan peningkatan harga tepung terigu, yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 per kilogram, serta gula yang meningkat menjadi Rp18.000 per kilogram. Harga mie instan seperti Sedap dan Indomie goreng masing-masing naik Rp1.000 per kemasan lima bungkus.
Berat premium mengalami kenaikan ringan menjadi Rp76.500 per karung, sementara telur tetap di kisaran Rp27.000 per kilogram. Kenaikan tersebut menambah tekanan pada anggaran rumah tangga di wilayah Jember.
“Ya agak susah kalau terus‑terusan begini. Biasanya minyak Rp41.000 sekarang jadi Rp45.000,” ujar warga Suyitno, menegaskan dampak langsung pada keseharian. Ia berharap harga dapat kembali turun agar tidak menambah beban ekonomi keluarga.
Pedagang kecil melaporkan penurunan volume penjualan karena konsumen beralih ke alternatif yang lebih murah atau menunda pembelian. Penurunan daya beli ini berpotensi memperlambat perputaran barang di pasar tradisional.
Pemerintah daerah Jember menegaskan akan memantau fluktuasi harga melalui Satpol PP dan Dinas Perindustrian. Koordinasi dengan distributor nasional diharapkan dapat menstabilkan pasokan dan mencegah praktik spekulasi.
Analis pasar menyebut bahwa faktor kenaikan bahan bakar, biaya transportasi, dan kebijakan tarif impor menjadi penyebab utama. Ketergantungan pada minyak goreng impor meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah pusat berencana menambah kuota subsidi minyak goreng dan memperluas program bantuan sosial bagi keluarga berpenghasilan rendah. Kebijakan ini diharapkan menurunkan tekanan inflasi pada sektor makanan pokok.
Meskipun demikian, hingga akhir April 2026 harga minyak goreng tetap berada di level tertinggi tahun ini, dan otoritas masih memantau perkembangan. Konsumen diminta tetap waspada terhadap harga yang tidak wajar dan melaporkan praktik penimbunan.
Dengan kondisi ini, masyarakat Jember diimbau untuk membandingkan harga secara cermat, memanfaatkan program subsidi, dan mengatur pola konsumsi guna mengurangi dampak ekonomi. Penurunan harga masih menjadi harapan bersama menjelang bulan-bulan mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan