Media Kampung – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) memperkuat Kolaborasi BPS melalui Pojok Statistik dan persiapan Sensus Ekonomi 2026 untuk meningkatkan literasi statistik di lingkungan kampus.
Kerjasama ini resmi dimulai pada Januari 2024 dan melibatkan tim BPS yang memberikan pelatihan intensif kepada dosen serta mahasiswa jurusan ekonomi dan teknik informasi.
Program Pojok Statistik menyediakan modul digital, workshop, dan simulasi analisis data yang dapat diakses di ruang khusus di kampus Poliwangi.
Data awal menunjukkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan statistik sebesar 45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, dosen Poliwangi berperan sebagai fasilitator dalam mengintegrasikan data BPS ke dalam kurikulum mata kuliah ekonomi regional.
Penyesuaian kurikulum ini diharapkan menghasilkan lulusan yang lebih siap mengolah data ekonomi mikro dan makro.
Ia menambahkan, “Keterlibatan BPS memberikan kami akses langsung ke sumber data resmi, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih relevan dan aplikatif.”
Di sisi BPS, Kepala Biro Statistik Regional, Siti Nurul, menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam menyebarkan pemahaman statistik kepada generasi muda.
Ia mencatat bahwa Poliwangi menjadi mitra strategis yang dapat memperluas jangkauan program literasi statistik di wilayah Banyuwangi.
Pojok Statistik juga dilengkapi dengan ruang kerja bersama (coworking space) yang memfasilitasi proyek penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan peneliti BPS.
Selama tahun 2025, diperkirakan akan terbentuk minimal lima proyek penelitian bersama yang fokus pada analisis ekonomi sektoral.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda utama dalam kolaborasi ini, dengan Poliwangi berperan sebagai pusat pelatihan enumerator di tingkat provinsi.
Pelatihan tersebut mencakup teknik wawancara, penggunaan aplikasi mobile, serta validasi data lapangan secara real‑time.
Targetnya adalah menghasilkan data ekonomi yang akurat, mencakup sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif di Banyuwangi.
Hasil awal survei internal menunjukkan bahwa 78% peserta pelatihan merasa lebih percaya diri dalam melakukan pengumpulan data lapangan.
Poliwangi juga berencana menyelenggarakan seminar tahunan yang mengundang pakar statistik nasional untuk berbagi pengalaman.
Seminar pertama dijadwalkan pada Agustus 2025 dengan tema “Mendorong Inovasi Statistik di Perguruan Tinggi”.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Poliwangi berharap dapat menjadi model kolaborasi antara institusi pendidikan dan BPS di seluruh Indonesia.
Keberlanjutan program akan dipantau melalui evaluasi tahunan yang meliputi kualitas data, partisipasi mahasiswa, dan dampak terhadap kebijakan lokal.
Jika berhasil, model ini dapat direplikasi oleh politeknik lain untuk memperkuat ekosistem data nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






