Media Kampung – 15 April 2026 | Pengamat transportasi meminta pemerintah memperkuat sistem transportasi nasional melalui pengembangan rel kereta api dan penerapan biofuel, menekankan urgensi dua sektor strategis.
Seruan tersebut disampaikan pada konferensi pers yang diadakan 12 April 2024 di Jakarta, dipimpin oleh Ketua Lembaga Penelitian Transportasi Nasional (LPTN).
‘Pengaktifan kembali jalur lama dan pembangunan jalur baru akan mengurangi beban jalan raya secara signifikan,’ kata Dr. Andi Prasetyo, pakar transportasi.
Data Kementerian Perhubungan mencatat panjang jaringan rel Indonesia mencapai 7.200 kilometer, masih di bawah rata-rata 9.500 kilometer di negara ASEAN lainnya.
Sebagai perbandingan, Thailand memiliki 10.000 kilometer rel, sementara Vietnam hampir 8.800 kilometer, menunjukkan kesenjangan kompetitif.
Di sisi energi, LPTN menyoroti perlunya biofuel untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dengan target 20 persen penggunaan biofuel dalam transportasi pada 2030.
‘Kami berkomitmen meningkatkan produksi biofuel domestik melalui kebijakan insentif dan kemitraan riset,’ ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Budi Susanto.
Penggunaan biofuel diperkirakan dapat menurunkan emisi CO2 sektor logistik hingga 15 persen, sekaligus menstabilkan harga bahan bakar.
Anggaran tahun 2025 mencakup alokasi tambahan Rp12 triliun untuk proyek rel strategis dan Rp3 triliun untuk pengembangan biofuel industri.
Pemerintah juga mengundang investor swasta untuk berpartisipasi dalam skema public‑private partnership, dengan harapan mempercepat realisasi proyek.
Namun, proses perolehan lahan menjadi hambatan utama, terutama di wilayah Jawa Barat dan Sumatra Selatan, yang memerlukan koordinasi lintas kementerian.
Studi lingkungan menunjukkan bahwa pengembangan rel dan biofuel dapat meningkatkan kualitas udara bila diterapkan dengan standar mitigasi yang ketat.
Rencana tahapan pembangunan menargetkan penyelesaian 1.500 kilometer rel baru dan dua pabrik biofuel skala menengah pada akhir 2027.
Pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden No. 12/2024 yang mempercepat perizinan proyek infrastruktur transportasi berkelanjutan.
Lembaga lingkungan Hidup Sehat menilai kebijakan ini positif, namun menekankan perlunya transparansi dalam penggunaan dana.
Jika berhasil, jaringan kereta api yang lebih luas akan menghubungkan daerah terpencil di Papua dan Kalimantan, membuka akses pasar baru bagi petani.
Proyeksi Kementerian Tenaga Kerja memperkirakan penciptaan sekitar 45.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama fase konstruksi.
Saat ini, tiga pilot plant biofuel di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan telah beroperasi pada kapasitas 5.000 kiloliter per tahun, dengan rencana ekspansi.
Meskipun masih dalam tahap awal, sinergi antara pengembangan rel kereta api dan biofuel dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan transportasi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan