Media Kampung – Kegiatan Bersih Desa di Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun berlangsung semarak dan khidmat pada Jumat, 3 Juli 2026. Acara yang dipusatkan di Sendang Gayam ini dimeriahkan dengan kirab gunungan berisi aneka sayuran dan puluhan tumpeng yang dibawa oleh perwakilan setiap RW.

Prosesi Kirab

Rangkaian acara diawali dengan pengambilan air dari Sendang oleh juru kunci. Air tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua LPMK, lalu kepada Lurah Kartoharjo untuk dikirab bersama gunungan dan tumpeng. Kirab diberangkatkan oleh Plt. Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dari depan Kantor Kelurahan Kartoharjo di Jalan Sulawesi.

Rute kirab melintasi Jalan Sulawesi ke barat menuju Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Cipto, dan berakhir di Lapak Sendang Gayam. Peserta kirab terdiri dari perangkat kelurahan, Tim Penggerak PKK, ketua RW dan RT se-Kelurahan Kartoharjo, masyarakat, serta kelompok angklung Sendang Gayam. Setiap RW mengirimkan 25 warga yang mengenakan pakaian tradisional dan membawa satu tumpeng.

Makna dan Tujuan

Plt. Wali Kota F. Bagus Panuntun menjelaskan bahwa kegiatan Bersih Desa merupakan agenda tahunan yang dilakukan di 27 kelurahan di Kota Madiun. Tujuannya tidak hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kegiatan budaya ini harus terus dijaga karena, satu, bagaimana kita tidak melupakan cerita pembangunan yang dinamis; kedua, bagaimana kegiatan ini mengguyubrukunkan masyarakat—seluruh RW ikut berpartisipasi—dan di sini muncul perputaran ekonomi yang sangat bagus,” ungkapnya.

Puncak Acara

Sesampainya di Sendang Gayam, dilakukan berbagai prosesi dan seremoni yang diakhiri dengan doa serta perebutan gunungan. Momen perebutan gunungan menjadi puncak acara yang paling meriah, diikuti antusiasme warga yang berebut sayuran dan hasil bumi yang dianggap membawa berkah.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.