Media Kampung – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang terus menggencarkan program Pesantren Sehat dengan mengoptimalkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pesantren, mengingat potensi besar yang dimiliki sektor ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes KB Sampang, Agus Mulyadi, menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan data, kelompok usia sekolah dan remaja menjadi sasaran terbesar, mencapai sekitar 15 hingga 20 persen dari total populasi Kabupaten Sampang. Mayoritas masyarakat di Madura, khususnya Sampang, mempercayakan pendidikan anak-anak mereka ke pondok pesantren. “Karena kekuatan dan potensi besar inilah, kami mencoba untuk selalu menjaga dan memonitor kualitas hidup serta kesehatan di lingkungan pesantren,” ujar Agus.

Program Pesantren Sehat ini disinkronkan dengan program strategis Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan jargon Sajadah (Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah). Melalui sinergi ini, pemerintah berharap muncul lembaga internal yang mandiri di dalam pesantren. “Prinsipnya adalah dari, oleh, dan untuk pesantren itu sendiri. Kami mencoba memfasilitasi pembentukan lembaga tersebut dalam bentuk unit-unit kecil berupa Poskestren,” imbuh Agus.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinkes KB Sampang akan memberikan pembekalan dan pelatihan kesehatan secara berkala kepada para santri. Dengan demikian, komunitas pesantren diharapkan mampu menjaga dan mengelola kesehatan lingkungan mereka secara mandiri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.