Media Kampung – WCDI Jember menggelar aksi kolosal dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 untuk menyikapi overcapacity Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Jelbuk, Kabupaten Jember pada akhir pekan lalu ini berhasil mengumpulkan 1,3 ton sampah dari aksi bersih-bersih dan pemilahan.
Aksi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Surat Edaran Bupati Jember No. 100.3.4.244135.09.3132026 tentang Kebijakan Pengelolaan Sampah Secara Mandiri. Sebanyak 1.134 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta, mulai dari relawan perorangan, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, Muspika, pemerintah desa, OPD terkait, hingga warga sekitar Lapangan Jelbuk.
Sekretaris WCD Jember, Harry Bagoes Prasetyo, menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat melebur menjadi satu untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya. “Kolaborasi masif ini adalah komitmen edukatif yang berkelanjutan,” ujarnya pada 10 Juni 2026.
Kegiatan dikemas dalam konsep Happy Camp yang dimulai pada Sabtu, 6 Juni 2026. Rangkaian acara meliputi registrasi peserta, penataan UMKM, dan Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan sampah pada malam hari. Diskusi strategis tersebut menghadirkan Kabid Tanaman Pangan, Penyuluh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jatim, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan, serta anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember.
Puncak peringatan berlangsung pada Minggu pagi dengan apel bersama yang dipimpin Plt Camat Jelbuk Pairi, ST, M.Si, didampingi Pj Kepala Desa Jelbuk Hendro Handoko, S.ST, jajaran Muspika Kecamatan Jelbuk, dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Intan Permata Sari. Setelah apel, ribuan relawan melakukan aksi clean-up dan pemilahan sampah di area barat lapangan, serta penanaman pohon penghijauan dan penebaran benih ikan di sungai sebelah timur lapangan.
Panitia menerapkan aturan ketat Zero Waste selama acara. Seluruh peserta diwajibkan membawa perbekalan makan dan minum sendiri menggunakan wadah isi ulang untuk menekan timbulan sampah baru. Hasil pengumpulan sampah menunjukkan komposisi 60% sampah organik, 30% sampah anorganik, dan 10% sampah residu.
WCD Jember berharap data ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA Pakusari dan berkontribusi dalam menjaga bumi terhadap perubahan iklim akibat pemanasan global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan