Media Kampung – Pemerintah pusat mempercepat perbaikan Jembatan Jubung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dengan target dimulainya pekerjaan pada pekan depan.
Jembatan Darungan yang menghubungkan wilayah tersebut rusak parah akibat banjir pada Februari 2026, memutus akses utama bagi warga setempat.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur‑Bali melakukan inspeksi lapangan pada Kamis, 23 April 2026, untuk menilai kondisi nyata dan menyusun langkah teknis selanjutnya.
“Penanganan ini menjadi perhatian pimpinan. Kami memastikan jembatan dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat pulih,” ujar Andre Saha Tua Sirait, Kepala Bidang Pembangunan Jalan BBPJN Jawa Timur‑Bali.
Tim teknis PUPR masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan metode terbaik, antara memperbaiki struktur yang ada atau membangun ulang secara total.
Rencana jangka panjang mencakup pembangunan jembatan permanen, termasuk opsi jembatan gantung yang dapat menahan beban banjir di masa depan.
Untuk mengurangi gangguan, perbaikan sementara diprioritaskan agar jalur transportasi tidak terputus lebih lama.
Pekerjaan fisik diperkirakan dapat dimulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan setelah fase pembersihan dan penetapan teknis selesai.
“Jalur ini sangat vital bagi warga. Kami siap mendukung percepatan di lapangan melalui koordinasi lintas sektor,” kata Josias Anto Budi Nugroho, Sekretaris Kecamatan Sukorambi.
PUPR juga akan berkoordinasi dengan TNI untuk mengamankan area kerja, termasuk pembentukan satuan tugas khusus di lokasi.
Pemulihan Jembatan Jubung diharapkan dapat mengembalikan mobilitas penduduk, mengurangi waktu tempuh, serta mempermudah distribusi barang dan layanan publik.
Kehilangan akses selama lebih dari dua bulan menghambat aktivitas ekonomi desa, terutama perdagangan hasil pertanian dan akses ke fasilitas kesehatan.
Masyarakat setempat telah menyiapkan material sementara dan relawan untuk membantu proses pembersihan, menunjukkan dukungan kuat terhadap proyek pemerintah.
Anggaran perbaikan sementara diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan dana tambahan dialokasikan untuk studi desain jembatan permanen.
Pengawasan proyek akan dilakukan oleh PPID Kabupaten Jember serta tim independen untuk memastikan kualitas konstruksi dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Risiko cuaca ekstrem tetap menjadi perhatian, sehingga tim lapangan menyiapkan prosedur darurat bila terjadi hujan lebat selama proses pembangunan.
Hingga saat ini, semua persiapan administratif dan logistik telah selesai, dan material utama seperti baja dan beton sudah dalam proses pengiriman ke lokasi.
Dengan dukungan lintas lembaga dan partisipasi warga, perbaikan Jembatan Jubung diharapkan selesai tepat waktu, memulihkan konektivitas desa secara menyeluruh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply