Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan rehabilitasi dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka sebagai bagian dari pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini bertujuan memperluas akses air minum yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya penyediaan air bersih sebagai prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia mengingatkan agar pemanfaatan air dilakukan dengan efisien demi ketersediaan sumber daya air bagi generasi mendatang. “Kita harus menggunakannya secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Jangan sampai nanti anak cucu kita kesulitan air karena kita boros hari ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui grup jurnalis PU608 pada Selasa (19/5/2026).

Optimalisasi SPAM Semongkat mencakup berbagai pekerjaan teknis, antara lain rehabilitasi IPA Pungka dengan kapasitas 150 liter per detik, perbaikan reservoar dan jaringan perpipaan internal, pembangunan fasilitas pendukung IPA, serta peningkatan sistem mekanikal dan elektrikal. Selain itu, revitalisasi jaringan distribusi utama dan pembangunan struktur perlintasan pipa juga menjadi bagian dari proyek ini.

SPAM Semongkat menggunakan sumber air baku dari Sungai Semongkat dengan kapasitas 165 liter per detik. Air baku tersebut dialirkan melalui sistem transmisi gravitasi sepanjang 16 kilometer menuju IPA Pungka untuk diproses agar memenuhi standar air minum. Setelah pengolahan, air bersih disimpan di tiga unit reservoir distribusi sebelum disalurkan ke jaringan distribusi utama dan akhirnya sampai ke sambungan rumah di 29 desa di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara, dan Moyo Hilir.

Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan PDAM Batulanteh yang selama ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah akibat keterbatasan pasokan air. Dengan adanya optimalisasi tersebut, distribusi air minum diharapkan menjadi lebih andal, tekanan air lebih stabil, dan cakupan layanan dapat diperluas seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang di Pulau Sumbawa.

Selain meningkatkan kualitas layanan, proyek ini juga mendukung pencapaian target nasional dalam penyediaan akses air minum aman serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6 yang fokus pada Air Bersih dan Sanitasi. Kementerian PU terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.