Media Kampung – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat ekonomi rakyat serta memutus rantai kemiskinan di desa. Ia menambahkan, negara wajib hadir untuk memastikan masyarakat kecil memperoleh akses pembiayaan, distribusi, dan pasar secara adil. “Koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil. Kalau koperasi kuat, desa kuat. Kalau desa kuat, bangsa juga akan kuat,” ujarnya.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto yang hadir dalam acara itu menyatakan kesiapan LPDB menjadi mitra strategis guna memperkuat ekosistem pembiayaan KDKMP agar tumbuh sehat, produktif, dan berkelanjutan. Menurut Krisdianto, operasionalisasi ribuan KDKMP menjadi momentum besar kebangkitan koperasi Indonesia yang harus disertai dengan penguatan akses permodalan, tata kelola, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“LPDB Koperasi hadir sebagai instrumen pembiayaan negara untuk mendukung penguatan koperasi. Kami ingin koperasi tidak hanya berdiri, tetapi benar-benar hidup, produktif, dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas Krisdianto di sela-sela kegiatan di Nganjuk.
LPDB berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian Koperasi dan seluruh pemangku kepentingan agar program strategis nasional ini mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. Krisdianto menuturkan, KDKMP memiliki potensi besar menjadi agregator ekonomi rakyat di desa, mulai dari sektor pangan, perdagangan, simpan pinjam, hingga pengembangan usaha produktif masyarakat. Oleh karena itu, penguatan pembiayaan yang tepat sasaran sangat penting agar koperasi dapat tumbuh sehat dan profesional.
Prinsip pembiayaan LPDB menitikberatkan pada kemudahan akses, keterukuran, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi anggota koperasi serta masyarakat sekitar. Peresmian 1.061 KDKMP menjadi bagian dari langkah pemerintah membangun kemandirian ekonomi nasional dari desa sekaligus memperkokoh koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia.
Pemerintah berharap dengan dukungan pembiayaan serta penguatan kelembagaan yang berkelanjutan, KDKMP bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan.
Selain memberikan akses permodalan, LPDB juga menjalankan program inkubator yang bekerja sama dengan 15 lembaga inkubator dari berbagai wilayah di Indonesia. Program inkubasi ini akan difokuskan pada sektor strategis seperti pangan, energi, pertanian, kelautan, dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Pendampingan yang diberikan meliputi penguatan manajemen usaha, akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan pasar. Melalui program ini, LPDB optimistis menciptakan koperasi unggulan yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan serta mendukung program prioritas nasional.
Beberapa lembaga inkubator terpilih berasal dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali, memperkuat jaringan inkubasi di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bukti keseriusan LPDB dalam mendorong kemajuan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat di desa dan kelurahan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan