Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa. Pernyataan ini disampaikan saat Presiden meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran program MBG di satu desa mampu menciptakan perputaran uang yang signifikan, mencapai sekitar Rp10,8 miliar per tahun. Angka ini jauh melampaui rata-rata penyaluran dana desa yang biasanya berkisar Rp1 miliar. Perhitungannya didasarkan pada asumsi 3.000 penerima manfaat yang mendapatkan Rp15 ribu per porsi makanan bergizi. Dengan distribusi selama 20 hari dalam sebulan, nilai uang yang beredar bisa mencapai Rp900 juta setiap bulan.
Presiden juga menyoroti dampak positif program MBG terhadap usaha masyarakat desa. Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi tetapi juga menyerap hasil produksi dari petani, peternak, dan pelaku usaha lokal seperti petani bawang merah, peternak lele, pembuat tempe, dan pedagang telur. Dengan begitu, seluruh rantai produksi dan usaha di desa dapat terus bergerak dan berkembang.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa MBG membantu memangkas biaya logistik karena pasar yang dibutuhkan tersedia langsung di desa masing-masing. Hal ini memungkinkan uang beredar secara langsung dan efisien di tingkat desa hingga kelurahan dan kabupaten. Presiden menyebutkan bahwa program ini dapat menghasilkan perputaran uang hingga ratusan triliun rupiah di seluruh wilayah desa di Indonesia.
Dengan diresmikannya operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berjumlah lebih dari seribu unit di Nganjuk, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekonomi desa melalui program-program strategis seperti MBG. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan