Media Kampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari dalam beberapa hari terakhir menandakan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini berdampak langsung pada kawasan Gunung Rinjani, sehingga Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB mengimbau para wisatawan dan pendaki untuk melakukan persiapan matang sebelum mendaki.
Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya di Mataram pada Rabu (3/6), menekankan bahwa wisatawan tidak boleh lengah dengan cuaca siang yang cerah. Suhu di kawasan pegunungan dapat berubah drastis saat malam hari, meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin.
“Pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Mari nikmati keindahan Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Budy Kurniawan. Ia menambahkan bahwa saat musim kemarau, udara cenderung lebih kering sehingga suhu pada malam dan pagi hari turun signifikan.
Untuk mengantisipasi cuaca dingin, pendaki diimbau membawa jaket dan pakaian hangat yang memadai, serta menggunakan kantong tidur (sleeping bag) yang sesuai untuk suhu pegunungan. Selain itu, pendaki harus menjaga kondisi fisik, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi baik dan lengkap.
Pihak TNGR akan terus menggencarkan sosialisasi kepada wisatawan dan seluruh pihak terkait guna memastikan keamanan serta keselamatan bersama selama musim kemarau ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan