Media Kampung – Denpasar – Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Legian, Kabupaten Badung, sukses memukau pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 di Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (1/7/2026). Penampilan Angklung Kebyar yang dibawakan sejak pukul 15.00 Wita mendapat sambutan hangat, terlihat dari antusiasme penonton yang sudah memadati area pertunjukan sebelum acara dimulai.
Angklung Kebyar: Tradisi yang Terus Berkembang
Perwakilan sanggar, I Made Nova Antara, menjelaskan bahwa Angklung Kebyar merupakan salah satu bentuk kreativitas seni tradisi yang populer di Bali. Instrumen ini menggunakan bilah 4 (laras selendro) dan bilah 8 dengan laras 5 nada, yang memberikan nuansa lebih meriah dibandingkan angklung biasa. Setiap daerah di Bali memiliki variasi nada tersendiri, memperkaya khazanah musik tradisional.
Melalui PKB, para seniman mendapat ruang untuk mengeksplorasi ide dan inovasi tanpa meninggalkan unsur tradisional, klasik, dan sakral. Nova Antara menegaskan bahwa meskipun Angklung Kebyar kini dikreasikan, tetap berpedoman pada pakem tradisi.
Empat Garapan yang Ditampilkan
Dalam pementasan tersebut, Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan menyajikan empat garapan, yaitu:
- Tari Wiranata – Tari kreasi kekebyaran bertema heroik yang menggambarkan kegagahan dan keagungan seorang raja memimpin pasukan di medan perang. Permainan mata yang tajam memperkuat karakter dramatis penari.
- Tabuh Keklentengan Manuk Dewata – Simbol burung suci dalam agama Hindu yang menjadi wahana bagi Atman menuju surga. Tabuh ini mengiringi prosesi Pitra Yadnya.
- Tari Kreasi Luwih Linggih – Karya tari yang terinspirasi dari penyempurnaan Sang Atma dalam rangkaian Pitra Yadnya. Gerakannya merefleksikan transformasi spiritual sebagai doa dan pemuliaan.
- Tabuh Kreasi Ugal Agil – Menggambarkan perjalanan atman setelah lepas dari raga. Dinamika permainan kebyar yang berubah-ubah secara mendadak menirukan gerakan jembatan goyah, mengingatkan bahwa setiap perbuatan di dunia akan menentukan perjalanan spiritual selanjutnya.
PKB sebagai Wadah Ekspresi Seni
Pesta Kesenian Bali yang rutin digelar setiap tahun menjadi ajang bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaiknya. Dengan mengusung tema pelestarian budaya, PKB memberikan kesempatan bagi seniman dari berbagai kabupaten untuk berkreasi dan berinovasi. Penampilan Angklung Kebyar dari Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan menjadi salah satu bukti bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan