Media Kampung – Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 kembali menjadi ajang pelestarian seni tradisi Bali, salah satunya melalui Utsawa Angklung Kebyar Khas yang menampilkan sekaa angklung dari berbagai kabupaten. Acara yang digelar di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Bali ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Penampilan Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun
Salah satu peserta yang tampil adalah Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun dari Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kelompok ini membawakan tiga jenis garapan: Tabuh Kelentangan, Tabuh Kreasi berjudul “Bayu Sudut”, serta dua garapan tari yang dipadukan dengan iringan Angklung Kebyar. Total sekitar 30 seniman terlibat dalam penampilan tersebut, yang telah menjalani gladi sejak pagi hari.
Ketua Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun, Putu Sirkayasa, menyampaikan harapannya agar PKB terus diselenggarakan sebagai wadah pelestarian seni tradisi Bali. “Untuk pelestariannya, biar tetap ada yang diadakan PKB-nya,” ujarnya kepada RRI.CO.ID. Ia menambahkan bahwa melalui PKB, kesenian Angklung Kebyar Khas mendapat ruang untuk ditampilkan dan terus dilestarikan.
Angklung Kebyar: Warisan Budaya Bali
Angklung Kebyar merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Bali yang menggabungkan alat musik angklung dengan gaya kebyar yang dinamis dan penuh semangat. Kesenian ini membutuhkan kekompakan dan keterampilan tinggi dari para pemainnya. Kehadiran PKB menjadi momentum penting bagi para seniman untuk menunjukkan kemampuan dan memperkenalkan seni ini kepada generasi muda serta wisatawan.
PKB ke-48 yang berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026 ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, termasuk tari, musik, dan teater dari seluruh Bali. Utsawa Angklung Kebyar Khas menjadi salah satu agenda yang paling dinanti, karena mampu menyatukan para pegiat angklung dari berbagai daerah.
Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Angklung Kebyar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang. PKB telah membuktikan dirinya sebagai platform yang efektif untuk pelestarian dan promosi seni budaya Bali.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan