Media Kampung – Kementerian Kebudayaan resmi membuka pameran meriam koleksi Joseph L. Spartz di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah dan perkembangan teknologi meriam dari berbagai periode sejarah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa koleksi meriam tersebut merupakan hibah dari almarhum Joseph L. Spartz, seorang kolektor asal Luxemburg yang mengabdikan puluhan tahun untuk mengumpulkan berbagai meriam kuno. “Meriam-meriam ini berasal dari era berbeda, mulai dari masa Portugis, VOC, hingga Hindia Belanda dengan variasi yang unik,” ujarnya saat peresmian pameran pada Rabu, 20 Mei 2026.

Koleksi yang dipamerkan berjumlah 165 buah meriam dengan ragam desain yang menunjukkan evolusi teknik pembuatan meriam dari masa ke masa. Menbud Fadli Zon berharap pameran ini dapat memperkaya literasi masyarakat mengenai sejarah persenjataan dan teknologi militer di Nusantara. Ia juga mengapresiasi keluarga Joseph L. Spartz yang telah menghibahkan koleksi tersebut kepada museum dan negara sebagai bentuk pelestarian sejarah.

Semua koleksi telah ditata dengan rapi di ruang pamer Museum Kebangkitan Nasional sehingga pengunjung dapat memperoleh pengalaman edukatif yang menyeluruh. Pengawas Museum dan Cagar Budaya, Tamalia Alisjahbana, menambahkan bahwa Joseph L. Spartz adalah sosok yang memiliki kecintaan mendalam terhadap sejarah dan budaya Indonesia. Joseph lahir di Luxemburg pada 15 Agustus 1942 dan sejak kecil sudah tertarik dengan sejarah setelah terinspirasi oleh pamannya yang bekerja di Afrika.

Setelah menempuh pendidikan di Swiss, Joseph mengembangkan usahanya dan banyak menghabiskan waktu di Asia Tenggara, terutama di Singapura dan Indonesia. Ia bahkan menetap di Indonesia selama lebih dari 40 tahun dan sangat mengagumi keragaman serta dinamika kehidupan di Jakarta. Hobi mengoleksi artefak bersejarah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan publik tentang proses pembuatan meriam serta variasi bentuk yang berkembang sepanjang sejarah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal artefak sebagai benda museum, tetapi juga memahami konteks teknologi dan sejarah yang melekat di dalamnya.

Hingga saat ini, pameran meriam Joseph L. Spartz tetap dibuka untuk umum di Museum Kebangkitan Nasional dan terus menjadi sarana edukasi yang menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Kemenbud berkomitmen mendukung pelestarian koleksi sejarah seperti ini sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.