Media Kampung – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Inkverse Fest 2026, sebuah festival seni tato dan body art yang menggabungkan unsur budaya dan kreativitas modern. Acara ini dianggap sebagai ruang penting untuk mengembangkan karya seni berbasis identitas serta hak kekayaan intelektual.

Press Conference Maxdecal Inkverse Fest 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026, menampilkan sinergi antara body art, otomotif, fotografi, dan storytelling. Irene Umar menyoroti perlunya kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif agar ekosistemnya bisa lebih inklusif dan berdaya saing di tingkat global. Ia menekankan bahwa komunitas dari berbagai bidang harus dapat duduk bersama dan membangun karya yang saling melengkapi.

Nofian Hendra, Project Director Maxdecal, menjelaskan bahwa saat ini industri percetakan stiker untuk kendaraan telah berevolusi menjadi media ekspresi kreatif yang mencerminkan identitas pemiliknya. Konsep “Inkverse” lahir dari ide bahwa tinta menjadi penghubung utama berbagai karya visual, mulai dari tato hingga desain grafis dan decal kendaraan. Festival ini dirancang untuk menggabungkan beragam elemen kreatif dalam satu acara yang unik.

Maxdecal Inkverse Fest 2026 merupakan kolaborasi antara Maxdecal dan Indonesia Subculture yang menyatukan seniman body art dengan komunitas otomotif, brand motor internasional, fotografer, dan para storyteller. Festival ini diharapkan menjadi platform bertemunya berbagai kreativitas dan budaya yang dapat memperkaya industri ekonomi kreatif di tanah air.

KemenEKRAF melalui pernyataan Irene Umar terus mendorong agar subsektor ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan berkolaborasi untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan berdaya saing tinggi. Inkverse Fest 2026 menjadi contoh nyata bagaimana seni tradisional dan modern dapat bersinergi untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah budaya dan ekonomi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.