Media Kampung – TK PKK Prastiwi Alastengah mengadakan kegiatan outing kelas pada 16 April 2026 dengan tujuan memperkenalkan pekerjaan lokal kepada murid melalui kunjungan ke sentra pembuatan batu bata di desa Alastengah. Acara “Belajar Jadi Tukang Bata Cilik” ini melibatkan 32 anak TK A dan TK B beserta tiga guru pendamping.

Para siswa tiba di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB dan disambut oleh Pak Udin, seorang pengrajin batu bata berpengalaman lebih dari satu dekade. Pak Udin menjelaskan latar belakang usahanya serta pentingnya produksi bahan bangunan tradisional bagi ekonomi setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tema pembelajaran “Pekerjaan di Sekitarku” yang dirancang agar anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung. Guru berharap pendekatan praktis dapat menumbuhkan rasa hormat terhadap berbagai profesi sejak usia dini.

Pak Udin memperagakan proses pembuatan batu bata, dimulai dari penggalian tanah liat di lahan persawahan hingga pencampuran dengan air dan sekam. Setelah adonan tercampur rata, ia menginjak tanah hingga menjadi kalis, lalu menekannya ke dalam cetakan kayu.

Bata mentah kemudian diletakkan di bawah sinar matahari untuk proses penjemuran selama beberapa jam. Tahap pengeringan ini penting untuk menghasilkan bata yang kuat dan tahan lama.

Setelah penjelasan, setiap murid diberikan kesempatan membuat bata mini dengan cetakan kecil. Dengan bimbingan guru, anak‑anak menekan tanah ke dalam cetakan, mengeluarkan hasilnya, dan mengamati bentuk serta tekstur bata yang terbentuk.

Kepala TK PKK Prastiwi, Ibu Fitria Salim, S.Pd.I., menyatakan, “Kegiatan ini memberi anak peluang belajar secara kontekstual, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan keterampilan motorik halus.” Ia menambahkan bahwa integrasi nilai kebersihan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran.

Selama sesi, guru mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengingatkan murid mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan. Setelah kegiatan selesai, siswa diajarkan cara mengelola sampah dengan memisahkan limbah organik dan non‑organik.

Acara ditutup pada pukul 09.45 WIB dengan penyerahan bata mini hasil karya murid kepada Pak Udin sebagai kenang‑kenangan. Doa bersama dan sesi foto menjadi penutup yang menguatkan kebersamaan antara sekolah, siswa, dan pelaku usaha lokal.

Pihak sekolah berharap kunjungan serupa dapat menjadi agenda rutin, mengunjungi berbagai sentra usaha di wilayah Jember dan sekitarnya. Dengan demikian, anak‑anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memperoleh kepedulian terhadap lingkungan dan penghargaan terhadap profesi lokal.

Hingga saat ini, hasil dokumentasi kegiatan telah dipublikasikan di situs resmi Universitas Muhammadiyah Jember sebagai contoh praktik pendidikan berbasis komunitas. Diharapkan inisiatif ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lain untuk mengadopsi model serupa.

Dengan semangat mengenal pekerjaan lokal, TK PKK Prastiwi berkomitmen melanjutkan program edukatif yang menghubungkan generasi muda dengan realitas ekonomi desa. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan pelaku usaha dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.