Media Kampung – Gandrung Sewu 2026 kembali digelar di Banyuwangi dengan tema Kembang Dermo, menekankan keindahan flora lokal serta urgensi pelestarian lingkungan di tengah tekanan overtourism.
Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi berlangsung mulai 10 hingga 15 Oktober 2026, melibatkan lebih dari 30 desa dan menampilkan ragam kesenian tradisional serta kontemporer.
Kembang Dermo berasal dari nama ilmiah beberapa spesies anggrek endemik Jawa Timur yang memiliki bentuk menyerupai kulit manusia, melambangkan hubungan intim antara manusia dan alam.
Dalam konteks budaya, Kembang Dermo dipilih untuk menggambarkan siklus hidup, pertumbuhan, dan regenerasi, sekaligus menjadi simbol harapan bagi generasi muda Banyuwangi untuk menjaga warisan alam.
Penekanan pada pelestarian flora sejalan dengan upaya internasional seperti kebijakan Yunani yang melarang fasilitas komersial di 251 pantai untuk mengendalikan overtourism, menunjukkan bahwa perlindungan alam kini menjadi prioritas dalam penyelenggaraan acara massal.
Acara utama meliputi pertunjukan Gandrung, pameran kerajinan tangan, kompetisi foto alam, serta lokakarya edukasi tentang konservasi tumbuhan endemik.
“Kembang Dermo bukan sekadar tema visual, melainkan panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam melestarikan ekosistem Banyuwangi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Budi Santoso.
Menurut data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi pada 2025 mencapai 1,8 juta orang, meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya, dan diharapkan festival ini menambah pendapatan daerah sebesar 150 miliar rupiah.
Pihak panitia menerapkan sistem tiket terintegrasi, pembatasan kapasitas pada area utama, serta program daur ulang sampah untuk meminimalisir dampak lingkungan selama enam hari acara.
Sejauh ini, persiapan infrastruktur berjalan lancar, dan promosi melalui media sosial serta kerjasama dengan lembaga lingkungan telah menarik minat lebih dari 200 ribu peserta daring, menandakan antusiasme publik yang tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan