Media Kampung – Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali melakukan aksi beli saham di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada 21 Mei 2026, ia menambah kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan kembali membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham Lo Kheng Hong di GJTL naik sebanyak 912.400 saham menjadi 235.830.900 saham atau sekitar 6,77 persen dari total saham perusahaan. Sebelumnya, pada posisi 234.918.500 saham atau 6,74 persen. Pada penutupan perdagangan tanggal 22 Mei 2026, harga saham GJTL terpantau naik 1,72 persen ke level Rp 1.185 per saham.

Pergerakan saham GJTL pada hari tersebut dibuka di harga Rp 1.165 per saham dengan level tertinggi mencapai Rp 1.190 dan terendah Rp 1.145 per saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 900 kali dengan volume transaksi mencapai 46.733 saham, menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp 5,5 miliar.

Langkah pembelian saham oleh Lo Kheng Hong ini terjadi saat IHSG sedang mengalami tekanan. Pada pagi hari perdagangan Jumat, indeks dibuka melemah 0,92 persen ke level 6.027, dipimpin oleh sektor transportasi yang mengalami penurunan signifikan. Namun pada akhir sesi, IHSG berhasil rebound dan ditutup menguat tipis di posisi 6.162.

Pengamat pasar menyebutkan bahwa aksi beli investor besar seperti Lo Kheng Hong dapat menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian pasar. Pembelian saham di sektor manufaktur dan agribisnis ini menunjukkan keyakinan terhadap potensi perusahaan tersebut untuk bertahan dan berkembang meskipun pasar sedang lesu.

Lo Kheng Hong sendiri dikenal sebagai salah satu investor yang aktif mengoleksi saham-saham berkualitas di Bursa Efek Indonesia. Langkah terbarunya ini menegaskan kembali strategi investasi jangka panjangnya, terutama di saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang baik.

Dengan pergerakan saham GJTL yang mulai menunjukkan penguatan, serta pembelian saham SIMP, Lo Kheng Hong tampak optimistis menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif saat ini. Aktivitas beli sahamnya juga memberikan indikasi bahwa investor besar masih melihat peluang investasi yang menarik di pasar modal dalam negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.