Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan turun pada perdagangan Rabu (13/5) menyusul pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari daftar komponennya.

Pada perdagangan Selasa (12/5), IHSG ditutup di posisi 6.858,90 dengan penurunan sebesar 0,68 persen. Pelemahan ini dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Rupiah yang mencapai level terendah baru serta antisipasi pasar terhadap pengurangan bobot saham oleh MSCI. Analis dari Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi sektor dengan koreksi terdalam sebesar 3,51 persen, sementara sektor bahan dasar justru mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,85 persen.

Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700 pada perdagangan hari ini, dengan risiko koreksi berlanjut yang perlu diwaspadai menjelang libur panjang. Selain faktor domestik, pelaku pasar juga mengamati perkembangan geopolitik global, seperti rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 13-15 Mei, yang turut memberikan sentimen tersendiri pada pasar.

Dalam pengumuman rebalancing MSCI Global Standard Indexes untuk Mei 2026, tidak ada penambahan saham baru dari Indonesia. Namun, sejumlah saham dilepas dari indeks tersebut, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Sementara pada MSCI Small Cap Indexes, saham AMRT justru ditambahkan, sedangkan saham ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG dikeluarkan. Kondisi ini dipandang sebagai sentimen negatif dalam jangka pendek oleh Phintraco.

Phintraco Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham yang dapat diperhatikan hari ini, antara lain ADRO, ISAT, CDIA, BRPT, dan BBNI. Sementara itu, analis dari MNC Sekuritas memprediksi IHSG akan terus melemah akibat tekanan jual yang masih dominan serta pola pergerakan indeks yang membentuk lower low. Mereka memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke rentang 6.644-6.727 dengan area gap di 6.538-6.585 sebagai level yang patut diwaspadai. Adapun level penguatan terdekat diprediksi berada di antara 6.870-6.895.

Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini meliputi BBCA, BIRD, ISAT, dan MINA. Kondisi nilai tukar Rupiah yang melemah ke posisi Rp 17.525 per Dolar AS juga menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Pelaku pasar juga mencermati kemungkinan kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pada 18 Mei yang dapat memberikan dampak geopolitik lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pengumuman MSCI yang lebih banyak mengeluarkan saham Indonesia dari indeksnya menciptakan tekanan negatif bagi IHSG dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati terutama di tengah ketidakpastian global dan kondisi pasar yang sedang volatil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.