Media Kampung – Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami penurunan signifikan setelah memasuki tanggal ex-dividend pada 11 Mei 2026. Penurunan ini terlihat jelas ketika saham BMRI terpantau turun sebesar 7,78 persen, mencapai level Rp4.270 pada sekitar pukul 11.02 WIB.
Dalam perdagangan hari ini, total transaksi saham BMRI mencapai 2,12 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp911,15 miliar. Sebelumnya, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BMRI mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun. Ini setara dengan Rp476,95 per saham.
Dividen tersebut diambil dari 79 persen laba bersih tahun buku 2025, dan termasuk dividen interim yang telah dibagikan sebesar Rp9,32 triliun atau Rp100 per saham pada 14 Januari 2026. Sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah Rp35,15 triliun atau Rp377 per lembar saham.
Terlepas dari pengumuman dividen yang cukup besar, aksi jual yang terjadi pada saham BMRI menunjukkan adanya kekhawatiran di kalangan investor tentang prospek pasar ke depan. Penurunan ini juga bertepatan dengan tren negatif di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 1,14 persen pada sesi pertama perdagangan hari ini.
IHSG dibuka di 6.959,94 dan anjlok ke 6.890 pada pukul 09.43 WIB, dengan 439 saham mengalami koreksi. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar saat ini sedang tidak stabil, dan investor mungkin mencari peluang lain di sektor yang lebih aman.
Ke depannya, investor diharapkan dapat memantau perkembangan lebih lanjut terkait BMRI dan kondisi pasar secara umum untuk mengambil keputusan investasi yang lebih baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan