Media Kampung – Danantara masuk GoTo dengan membeli saham kurang dari 1% lewat Bursa, mengukuhkan niat investasi pada perusahaan teknologi publik terbesar di Indonesia.
Pada Rabu 6 Mei 2024, GoTo mengonfirmasi melalui keterbukaan informasi BEI bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeli saham secara reguler di pasar bursa, total porsi di bawah satu persen dari total saham yang beredar.
Sekretaris Perusahaan GoTo, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan bahwa perusahaan memahami pembelian tersebut dan mencatat bahwa aksi itu terjadi melalui mekanisme pasar reguler.
“Sesuai dengan pemberitaan di media, kami memahami bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham Perseroan melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1% dari saham yang diterbitkan oleh Perseroan,” tulis Koesoemohadiani.
Meskipun porsi kecil, GoTo menilai langkah Danantara sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis jangka panjang, dan menyambutnya secara positif.
Pernyataan lanjutan dari Koesoemohadiani menegaskan bahwa investasi tersebut mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang GoTo.
Manajemen GoTo menambahkan bahwa kepercayaan investor menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjalankan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan berlandaskan tata kelola yang baik.
Sebelumnya, pada Selasa 5 Mei 2024, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa Danantara resmi menjadi pemegang saham di GoTo dan berencana meningkatkan kepemilikan secara bertahap.
Rosan menegaskan, “Kita sudah masuk, terus akan kita tingkatkan secara bertahap,” saat berbicara di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian.
Investasi ini terjadi pada saat GoTo tengah memperkuat posisinya di pasar teknologi Indonesia, menggabungkan layanan ojek online, e‑commerce, dan layanan keuangan digital.
Dengan total nilai pasar GoTo mencapai triliunan rupiah, kepemilikan kurang dari satu persen masih berarti investasi signifikan dari perspektif institusi investasi.
Hingga saat ini, tidak ada rencana penjualan saham dari Danantara, dan GoTo belum mengungkapkan nilai transaksi secara detail, namun menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pemangku kepentingan.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa GoTO terus melaporkan kinerja keuangan yang stabil, sementara Danantara menyiapkan strategi peningkatan kepemilikan di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan