Media Kampung – Arsenal melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 di Emirates Stadium, namun keputusan wasit Daniel Siebert memicu kontroversi. Pada menit krusial, bek Arsenal Riccardo Calafiori menabrak kaki penyerang Atletico Antoine Griezmann di dalam kotak penalti, namun Siebert malah meniup peluit untuk pelanggaran yang terjadi sebelumnya antara Marc Pubil dan Gabriel Magalhaes, sehingga potensi penalti untuk Los Rojiblancos dibatalkan.
Legenda sepak bola Inggris David Beckham menilai keputusan itu salah dan menyebutnya “bukan pelanggaran” serta menegaskan bahwa insiden setelahnya jelas merupakan pelanggaran yang seharusnya diberi penalti. Kritik Beckham disiarkan dalam sebuah program televisi, menambah sorotan publik pada keputusan wasit.
Setelah pertandingan, beberapa pemain Arsenal, termasuk gelandang tengah asal Inggris Declan Rice, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap keputusan tersebut melalui akun media sosial. Rice menulis bahwa keputusan Siebert merugikan tim dan mengancam integritas kompetisi. Pernyataan itu kemudian menarik perhatian UEFA, yang mengingatkan bahwa kritik publik terhadap pejabat pertandingan dapat dikenai sanksi disiplin.
Menurut pernyataan UEFA yang dirujuk oleh suara.com, otoritas kompetisi berhak menindak pemain atau staf yang mengeluarkan komentar yang dianggap mengganggu independensi ofisial pertandingan. UEFA menegaskan bahwa setiap tindakan disiplin akan mempertimbangkan konteks, niat, dan dampak komentar tersebut terhadap citra kompetisi.
Sejauh ini, belum ada keputusan resmi tentang sanksi terhadap Rice, namun klub Arsenal mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan mendukung pemainnya dan berkoordinasi dengan UEFA untuk menyelesaikan isu ini secara sportif. Arsenal tetap fokus pada persiapan final, sementara tekanan publik terhadap keputusan wasit terus menjadi perbincangan di kalangan penggemar dan media.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan