Media KampungHashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa kecukupan pasokan pupuk menjadi faktor utama mempercepat tercapainya swasembada beras di Indonesia.

Dalam konferensi pers pada akhir pekan, ia menyampaikan bahwa produksi pupuk urea dan NPK telah mencapai 98% dari kebutuhan tahunan, jauh di atas perkiraan sebelumnya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa total produksi pupuk domestik mencapai 30,5 juta ton pada kuartal pertama 2024, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah menargetkan swasembada beras pada tahun 2025, dan kini perkiraan pencapaian dipercepat menjadi akhir 2024 berkat peningkatan suplai pupuk.

Dengan pasokan pupuk yang stabil, petani dapat meningkatkan intensitas aplikasi pada lahan sawah, yang diperkirakan meningkatkan hasil panen rata-rata 1,2 ton per hektar.

“Ketersediaan pupuk yang memadai memungkinkan petani menanam lebih banyak dan memanen lebih baik,” ujar Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT BFI, perusahaan pupuk terkemuka.

Hashim, yang merupakan putra pendiri Grup Djojohadikusumo, telah memimpin restrukturisasi produksi pupuk sejak 2020, mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan meningkatkan kapasitas pabrik di Cikampek dan Gresik.

Peningkatan kapasitas produksi ini didukung oleh investasi sebesar Rp 5 triliun, termasuk pengadaan mesin baru dan kemitraan dengan produsen bahan baku internasional.

Pengamatan pasar menunjukkan penurunan harga pupuk sebesar 4% pada kuartal terakhir, memberi ruang bagi petani kecil untuk mengakses input pertanian dengan biaya lebih terjangkau.

Ke depan, Hashim menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, produsen, dan koperasi tani untuk memastikan distribusi pupuk tepat waktu hingga wilayah pedesaan paling terpencil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.