Media Kampung – Ketua Umum PBNU, KH. Yusuf Mansur, mengadakan Halal Bihalal bersama pengurus PCNU se‑Jatim pada akhir pekan di Bangkalan, Jawa Timur. Acara tersebut menegaskan peran halal bihalal sebagai sarana silaturahmi untuk memperkuat warisan para masyaikh.
Pertemuan dimulai dengan sambutan Ketua PCNU Jawa Timur, KH. Ahmad Zaini, yang menekankan pentingnya kebersamaan antar organisasi keagamaan. Selanjutnya, KH. Yusuf Mansur menuturkan bahwa halal bihalal bukan sekadar agenda konsolidasi, melainkan wadah untuk menjaga keutuhan nilai‑nilai keagamaan.
Para tokoh agama yang hadir melaksanakan shalat Dzikir bersama sebelum memulai acara resmi. Setelah shalat, mereka menyantap hidangan tradisional khas Bangkalan, memperlihatkan budaya kuliner lokal yang menjadi bagian dari tradisi halal bihalal.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Yusuf Mansur mengutip pepatah lama bahwa silaturahmi adalah bekal utama bagi para ulama. Ia menegaskan, “Halal bihalal menjadi jembatan untuk menyalurkan ilmu dan kearifan para masyaikh kepada generasi muda”.
KH. Ahmad Zaini menambahkan bahwa pertemuan ini memperkuat jaringan kerja PCNU dengan PBNU dalam rangka program dakwah berkelanjutan. Ia menekankan, “Kita harus terus menjaga keberlanjutan hubungan ini demi kepentingan umat di seluruh Jawa Timur”.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana para anggota PCNU mengajukan pertanyaan seputar strategi pemberdayaan komunitas. KH. Yusuf Mansur memberikan jawaban tegas, menyatakan komitmen PBNU untuk mendukung program edukasi keagamaan di tingkat kabupaten.
Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama, menandai selesainya halal bihalal yang penuh kehangatan. Foto tersebut kemudian dibagikan melalui kanal resmi PBNU sebagai dokumentasi resmi pertemuan.
Halal bihalal kali ini tidak hanya mempererat hubungan antar organisasi, melainkan juga menjadi momentum untuk mengingat kembali warisan spiritual para masyaikh yang telah lama menjadi pijakan moral umat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan sinergi antara PBNU dan PCNU se‑Jatim dapat terus berlanjut dalam program-program keagamaan ke depan.
Sejak acara berlangsung, PBNU mengumumkan rencana kunjungan lanjutan ke beberapa kabupaten di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Malang, untuk melanjutkan dialog silaturahmi. Rencana tersebut akan dilaksanakan pada triwulan berikutnya dengan melibatkan tokoh‑tokoh agama setempat.
Penguatan hubungan PBNU‑PCNU di Bangkalan ini menjadi contoh konkret bagaimana organisasi keagamaan dapat bersinergi tanpa mengabaikan nilai tradisional. Ke depannya, agenda halal bihalal diperkirakan akan menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak wilayah di Indonesia.
Dengan menekankan pentingnya silaturahmi, para pemimpin agama berharap masyarakat luas dapat merasakan dampak positif dari kerjasama ini, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan memperkuat identitas keagamaan di tingkat lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan