Media Kampung – 16 April 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memulai pembangunan kembali jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dengan target pelaksanaan pada bulan depan. Proses ini diharapkan mengembalikan akses penting bagi warga setempat serta memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut.
Camat Sukorambi, Musyafak, mengonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026, bahwa tahap pengadaan sedang berlangsung dan masih diperlukan penyelesaian administrasi sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa terus dipertajam untuk mempercepat realisasi proyek.
Jembatan yang rusak akibat banjir pada Februari 2026 sebelumnya menjadi satu-satunya jalur penghubung antara Dusun Darungan dan wilayah Krajan, sehingga menimbulkan kesulitan signifikan bagi penduduk, terutama pelajar yang harus menempuh jarak lebih jauh. Kerusakan tersebut menyebabkan waktu tempuh meningkat drastis dan menghambat mobilitas harian masyarakat.
Sementara menunggu perbaikan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama atau memanfaatkan rakit buatan desa yang dilengkapi tali seling dan pelampung khusus bagi siswa. Penggunaan rakit ini diatur secara ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan di sungai yang masih berarus deras.
Musyafak menekankan bahwa rakit hanya boleh dipakai bila kondisi sungai memungkinkan, dan mengimbau masyarakat agar tidak menyeberang kecuali sangat mendesak demi keselamatan. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang akan menutup akses lintas sungai bila debit air melebihi batas aman.
Pemerintah Kecamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan lapangan serta evaluasi kondisi infrastruktur sambil menunggu realisasi pembangunan. Koordinasi ini mencakup inspeksi rutin, penyuluhan keamanan, dan penyiapan material pendukung.
Pada 16 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur pascabanjir, termasuk jembatan gantung yang dikenal sebagai Jembatan Cinta di Desa Jubung. Hasil pemetaan menunjukkan kerusakan struktural terbatas, namun posisi rendah jembatan membuatnya rentan terhadap aliran air yang meluap.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa tidak ada masalah mendasar pada rangka utama, namun debit air tinggi selama hujan lebat menyebabkan aliran meluap melampaui lantai jembatan. Ia menambahkan bahwa kondisi geografis sungai Bedadung memperparah risiko bagi struktur yang berada dekat permukaan air.
Sebagai respons, pihak Dinas berencana meningkatkan elevasi konstruksi pada pembangunan kembali untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, sekaligus menambah sistem drainase yang lebih efisien. Rencana ini akan dipertimbangkan dalam desain final setelah kajian teknis lengkap.
Penilaian detail mengenai komponen yang rusak, apakah masih dapat dipertahankan atau harus diganti, sedang berada dalam tahap asesmen lapangan oleh tim teknis gabungan. Hasil asesmen tersebut akan menentukan spesifikasi material dan metode konstruksi yang akan diterapkan.
Target awal pembangunan ditetapkan untuk dimulai pada bulan Mei 2026, menyesuaikan dengan perkiraan curah hujan yang lebih ringan dan ketersediaan dana dari anggaran provinsi. Jadwal ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan jika terdapat kendala cuaca atau logistik.
Anggaran proyek diperkirakan mencakup biaya material tahan korosi, tenaga kerja terampil, serta fasilitas keselamatan tambahan seperti penambahan jalur pejalan kaki, pagar pelindung, dan sistem pencahayaan malam. Dana tersebut berasal dari APBD Jawa Timur dan kontribusi pemerintah kabupaten.
Masyarakat setempat menyambut baik rencana tersebut, berharap akses kembali akan mempercepat aktivitas pendidikan, perdagangan, dan layanan kesehatan di desa. Beberapa tokoh warga bahkan menawarkan bantuan sukarela dalam bentuk pemantauan keamanan selama fase konstruksi.
Pemerintah desa juga berencana meningkatkan sistem peringatan dini banjir serta memperkuat pemeliharaan rutin jembatan setelah selesai dibangun, guna memastikan ketahanan jangka panjang. Upaya ini melibatkan pelatihan bagi aparat desa dan kerja sama dengan BPBD.
Hingga kini, pembangunan belum dimulai secara fisik, namun pihak terkait menegaskan komitmen kuat untuk menyelesaikan proyek secepat mungkin demi keamanan dan kesejahteraan warga Jubung. Semua pihak berharap bahwa jembatan baru akan beroperasi tepat waktu dan menjadi simbol pemulihan pascabanjir yang berhasil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan