Media Kampung – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pembekalan bagi 2.935 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Mei 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS sebagai persiapan komprehensif sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, menyampaikan bahwa KKN lebih dari sekadar kewajiban akademik. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung memahami persoalan sosial, membangun empati, serta menawarkan solusi sesuai disiplin ilmu masing-masing.

Prof. Dody menegaskan bahwa KKN juga berperan penting dalam membentuk karakter mahasiswa, seperti kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, jiwa kepemimpinan, dan komunikasi efektif di tengah keberagaman masyarakat. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik UNS, menghormati budaya lokal, dan menjalankan etika selama kegiatan berlangsung.

Untuk pendampingan di lapangan, sebanyak 110 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan mendampingi para mahasiswa selama KKN yang dijadwalkan dimulai pada 7 Juli dan berakhir pada 21 Agustus 2026. Jumlah peserta yang besar ini dinilai menjadi potensi besar jika dijalankan dengan semangat kolaborasi dan pengabdian tulus.

Selain pembekalan utama, Direktorat Kemahasiswaan UNS juga menyelenggarakan pembekalan lanjutan secara luring yang melibatkan sekitar 305 ketua dan perwakilan tim mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan menguatkan koordinasi serta kesiapan mereka sebelum bertugas di lokasi KKN.

Beragam materi penting diberikan dalam pembekalan tersebut. BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan pemahaman soal perlindungan dan jaminan keselamatan bagi mahasiswa selama KKN. Tim Badan Koordinator Penanggulangan Bencana (BKPB) UNS menyampaikan edukasi mitigasi kebencanaan mengingat beberapa lokasi KKN berisiko mengalami kekeringan atau bencana lain.

Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) juga memberikan pelatihan terkait pencegahan kekerasan dan prosedur pelaporan jika mahasiswa menghadapi situasi tidak diinginkan. Selain itu, Tim Majelis Kode Etik Mahasiswa menguatkan pentingnya menjaga etika, tata perilaku, dan marwah UNS selama bertugas.

UNS juga menyediakan dukungan psikologis melalui Tim Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan mental dan moral selama pelaksanaan KKN. Sementara itu, Tim BPP Keuangan memberikan arahan tentang tata kelola anggaran dan pertanggungjawaban penggunaan dana kegiatan.

Sekretaris Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Danang Tomi Harjanto, menegaskan bahwa tujuan pembekalan ini agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental, sosial, dan etis dalam menghadapi dinamika di lapangan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan merasakan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat. Pembekalan yang diberikan menjadi bekal berharga agar mereka mampu berinteraksi dan berkarya bersama warga setempat secara efektif dan bermanfaat.

Pelaksanaan KKN Periode Juli–Agustus 2026 ini menjadi momen penting bagi mahasiswa UNS dalam mengasah kemampuan sosial dan profesional. Dengan dukungan penuh dari dosen pembimbing dan berbagai unit terkait, program ini diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat dan pengembangan diri mahasiswa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.