Media Kampung – OpenAI menuding Apple memanfaatkan rahasia dagang dan desain produk artificial intelligence buatan mereka yang belum dirilis ke publik. Tuduhan ini menjadi balasan langsung atas gugatan hukum yang sebelumnya pernah dilayangkan Apple terhadap OpenAI.
Berkas Rahasia dan Karyawan ‘Kutu Loncat’
Poin utama dari tuduhan terbaru OpenAI berpusat pada tindakan seorang mantan karyawannya. Sebelum bergabung dengan OpenAI, individu ini merupakan pegawai Apple. Ia hanya bertahan selama enam bulan di OpenAI sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja di Apple. Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan ke pengadilan federal Amerika Serikat, OpenAI menemukan bahwa pada hari terakhir kerjanya, mantan pegawai itu mengunduh lebih dari 100 berkas rahasia ke akun pribadinya. Informasi yang diambil bukanlah data biasa, melainkan cetak biru pengembangan perangkat keras (hardware) AI masa depan milik OpenAI, yang meliputi:
- Gambar dan rancangan detail dari produk yang belum diumumkan
- Data rekayasa teknik dan spesifikasi komponen
- Rincian proses manufaktur dan rahasia rantai pasok
OpenAI juga menyebutkan bahwa data tersebut kemudian dipresentasikan langsung kepada jajaran pimpinan tinggi Apple, termasuk Wakil Presiden Operasi Apple untuk kawasan Asia. OpenAI khawatir inovasi mereka diadaptasi oleh para insinyur Apple untuk mempercepat pengembangan produk-produk AI mereka.
Tanggapan Apple
Apple mengatakan, mereka memiliki aturan internal yang sangat ketat untuk mencegah pegawai baru menggunakan data rahasia dari tempat kerja terdahulu. Pihak Apple mengaku telah melakukan investigasi dan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim OpenAI. Kasus ini merupakan kelanjutan dari gugatan Apple pada Juli lalu, di mana Apple menuduh OpenAI membajak mantan petingginya untuk mencuri rahasia desain dan manufaktur Apple. Eskalasi di meja hijau ini memperlihatkan perubahan drastis hubungan kedua raksasa teknologi tersebut. Pada 2024, Apple dan OpenAI sempat menjalin kerja sama erat untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam perangkat iPhone. Namun, hubungan tersebut mendingin setelah Apple beralih merangkul Google Gemini untuk memperbarui asisten digital Siri, sementara OpenAI mulai berambisi membuat perangkat keras AI sendiri melalui akuisisi perusahaan startup bernilai miliaran dolar. Kini, kemitraan yang dulunya saling menguntungkan resmi berganti menjadi persaingan sengit demi menguasai pasar teknologi masa depan.














