Media Kampung – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko, menggelontorkan investasi sekitar Rp1 triliun untuk membangun resor ultra-luxury VASA Ubud di Payangan, Gianyar, Bali. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperbesar portofolio aset hotel premium sekaligus menangkap pertumbuhan pasar luxury hospitality di Pulau Dewata.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek VASA Ubud telah dilakukan pada Jumat, 17 Juli 2026. Resor ini dibangun di atas lahan seluas 7,39 hektare dan ditargetkan rampung dalam waktu 30 bulan. Presiden Komisaris RISE, Hermanto Tanoko, mengatakan bahwa pengembangan VASA Ubud merupakan kelanjutan ekspansi merek VASA setelah sukses mengoperasikan VASA Hotel Surabaya dan menghadirkan VASA Suite.
“Kami ingin menghadirkan produk hospitality Indonesia yang mampu bersaing di level global. VASA Ubud diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan wellness tourism sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Hermanto dalam keterangan resmi.
VASA Ubud akan memiliki 41 vila mewah privat (private luxury villa) dan 128 kamar hotel berkonsep sanctuary dengan luas mulai 48 meter persegi. Fasilitas premium yang disediakan meliputi restoran fine dining, wedding chapel, amfiteater, spa village di tepi Sungai Ayung, serta helipad.
CEO VASA, Devina Konatra, menjelaskan bahwa desain resor mengusung filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, yang diterjemahkan ke dalam tata ruang kawasan. Vila-vila dibangun mengikuti kontur terasering Ubud dengan konsep green roof agar menyatu dengan lanskap alam.
Proyek ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan. Perseroan akan menerapkan penggunaan panel surya, sistem daur ulang air, revitalisasi saluran air alami, serta berbagai elemen bangunan ramah lingkungan.
Investasi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang RISE untuk memperkuat pendapatan berulang (recurring income) dari sektor perhotelan. Bali dipilih karena dinilai tetap menjadi destinasi wisata unggulan dengan permintaan kuat, terutama dari wisatawan berdaya beli tinggi.
Sebelumnya, RISE juga tercatat melakukan ekspansi ke sektor kawasan industri dengan mengakuisisi pengembang kawasan industri TTT di Sumatera Selatan. Langkah ini menunjukkan diversifikasi bisnis Hermanto Tanoko di luar sektor properti hunian.















Tinggalkan Balasan