Media Kampung, Sanggar Wayang Cupak Wang Ked, Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, sukses memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 dengan pementasan Wayang Cupak berjudul “Cupak Bagus”. Pertunjukan berlangsung di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Sabtu, 4 Juli 2026 malam, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Jro Dalang I Gede Joni Artawan (34) menjelaskan bahwa lakon yang dibawakan merupakan kisah klasik yang sarat pesan moral tentang pertentangan antara sifat baik dan buruk dalam kehidupan. Cerita berlatar di Kerajaan Gobag Wesi, di mana tokoh I Gede Ngurah Cupak memiliki wajah dan penampilan buruk sehingga rakyat menganggap hati dan jiwanya juga buruk. Untuk mengubah pandangan tersebut, Cupak memohon anugerah kepada Ida Bhatara Brahma hingga akhirnya dikaruniai ketampanan.

“Lakon Cupak Bagus mengajarkan bahwa penampilan bukanlah ukuran hati seseorang. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang menjaga sikap, perilaku, dan budi pekertinya dalam kehidupan,” tuturnya.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua bulan dengan melibatkan sekitar 50 orang pendukung. Pertunjukan dikemas secara inovatif serta diiringi gamelan Semar Pegulingan untuk memperkuat suasana. Dalang menambahkan, persiapan yang matang dilakukan agar lakon yang dibawakan selaras dengan tema PKB ke-48, “Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha”, yang mengangkat makna penyucian jiwa melalui seni budaya.

“Saya berharap generasi muda lebih mencintai seni pedalangan karena kesenian ini terus berinovasi dan semakin menarik untuk ditonton. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan kesempatan tampil di PKB ke-48 sebagai upaya melestarikan Wayang Cupak,” ungkapnya.