Media Kampung, Batam Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar berhasil menekan biaya logistik melalui pengembangan layanan direct call. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor menyumbang 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen, menunjukkan pertumbuhan aktivitas manufaktur dan perdagangan di Batam.

Baca juga:

Frekuensi layanan kapal berkapasitas 1.200 hingga 2.000 TEUs meningkat dari sebelumnya 6-7 kali menjadi 10-13 kali per bulan. Terminal ini juga melayani kapal berkapasitas 1.000-1.900 TEUs sebanyak dua kali per bulan serta kapal berkapasitas 1.000 TEUs sebanyak satu hingga dua kali per bulan.

Efisiensi Biaya Logistik

Penguatan konektivitas tersebut memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya logistik. Untuk rute Batam-Shanghai, ongkos pengiriman kini dapat ditekan menjadi USD 650-800 per kontainer 20 kaki, lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang mencapai USD 950-1.100 melalui kapal feeder dan transit di Singapura.

Baca juga:

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyatakan indikator positif tersebut menunjukkan peta jalan pengembangan TPK Batu Ampar telah berada pada jalur yang benar.

“Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya.

Baca juga:

Program Strategis Ke Depan

Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, mengatakan BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan program strategis, termasuk penguatan digitalisasi, perluasan terminal, serta pengerukan kolam pelabuhan untuk mendukung kapal bermuatan besar dan pertumbuhan investasi nasional.

Dengan langkah ini, TPK Batu Ampar diharapkan semakin kompetitif dan mampu menarik lebih banyak arus perdagangan internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.